IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa (ATH) 8.570, Didorong Efek Rebalancing MSCI!
IHSG mencetak sejarah baru dengan ditutup di level tertinggi sepanjang masa (ATH) 8.570,25 pada Senin (24/11/2025), didorong oleh efek rebalancing MSCI.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencatatkan sejarah baru dengan mencapai level tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) pada penutupan perdagangan hari Senin (24/11/2025). Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut ditutup melesat tajam sebesar 1,85 persen, parkir di posisi 8.570,25. Kenaikan impresif ini dipicu oleh sentimen global dan domestik yang kuat, dengan efek rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi katalis utama.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, dalam kajiannya, menjelaskan bahwa penguatan IHSG secara signifikan ini ditopang oleh pengocokan ulang (rebalancing) indeks MSCI untuk periode November 2025 yang berlaku efektif pada hari ini, Selasa (25/11/2025). Efek dari rebalancing ini memicu aksi beli masif oleh investor asing (capital inflow) pada saham-saham yang baru masuk ke dalam indeks global tersebut.
Dua emiten yang menjadi sorotan utama dan turut mendorong penguatan indeks secara substansial adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Baramulti Suksessarana Tbk (BRMS), yang berhasil masuk dalam komposisi MSCI Global Standard Index. Selain itu, indeks 45 saham unggulan atau LQ45 juga mencatatkan kenaikan impresif, terapresiasi 2,09 persen ke posisi 863,35.
Secara sektoral, kenaikan IHSG didominasi oleh penguatan di 10 dari 11 sektor saham. Sektor properti memimpin dengan lonjakan hingga 3,94 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer dan sektor industri yang masing-masing menguat sekitar 2,73 persen dan 2,52 persen. Optimisme pasar juga didorong oleh sentimen domestik terkait progres penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Demutualisasi Bursa Efek, yang merupakan mandat dari Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola dan likuiditas perdagangan BEI.
Di tengah euforia ATH ini, para analis mengingatkan investor untuk tetap mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit-taking) di area rekor tertinggi. Meskipun demikian, secara teknikal, IHSG berpeluang melanjutkan tren penguatan jangka pendek, dengan target resistensi terdekat berada di level psikologis 8.600.