Saham

IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp15.844 Triliun.

IHSG kembali cetak rekor tertinggi ATH di level 8.632,761, mendorong kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) menembus Rp15.844 triliun pada pekan ini (1-5 Desember 2025).

JAKARTA · Sunday, 07 December 2025 03:00 WITA · Dibaca: 27
IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp15.844 Triliun.

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) dalam periode perdagangan sepekan, 1 hingga 5 Desember 2025, dengan ditutup pada level 8.632,761. Penguatan signifikan ini secara simultan mendorong lonjakan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga menembus angka fantastis Rp15.844 triliun.

Kinerja impresif IHSG tercatat naik 1,46 persen dari posisi pekan sebelumnya di level 8.508,706. Peningkatan indeks ini berbanding lurus dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar yang juga naik 1,39 persen dari Rp15.626 triliun pada pekan sebelumnya. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi data tersebut, menyoroti momentum positif yang terjadi di pasar modal domestik.

Selain peningkatan indeks dan kapitalisasi pasar, indikator perdagangan lain menunjukkan aktivitas yang beragam. Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang naik 2,13 persen menjadi 2,66 juta kali transaksi. Namun, di sisi lain, rata-rata nilai transaksi harian tercatat mengalami penurunan sebesar 29,61 persen menjadi Rp21,34 triliun, dari sebelumnya Rp30,31 triliun. Rata-rata volume transaksi harian juga turun 8,12 persen menjadi 46,39 miliar lembar saham.

Sentimen positif pasar sebagian besar didorong oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen pada tahun 2025 dan 2026, yang didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan kinerja ekspor yang solid.

Kenaikan IHSG juga ditopang oleh kinerja sejumlah saham unggulan, terutama dari sektor industri, infrastruktur, energi, dan teknologi. Saham-saham perbankan dengan kapitalisasi besar (big caps), seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI), juga tercatat ikut menopang penguatan indeks.

Meskipun terjadi penguatan indeks, pergerakan investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp27,09 triliun secara tahun berjalan (year-to-date) sepanjang 2025. Namun, pada penutupan perdagangan Jumat, 5 Desember 2025, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp381,18 miliar, menunjukkan adanya arus modal asing yang mulai kembali mengalir ke pasar domestik.

Dalam upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi investor, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah menyatakan kesiapan pemerintah untuk memberikan insentif fiskal. Namun, insentif tersebut akan diberikan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI berhasil menunjukkan langkah konkret dalam membenahi praktik 'saham gorengan' yang dapat merugikan investor ritel.

Login IG