IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru di Atas 8.200, Empat Saham Kompak Sentuh ARA!
IHSG mencetak sejarah baru dengan menembus rekor intraday di atas 8.200. Empat saham, termasuk NIKL, kompak menyentuh Auto Rejection Atas (ARA).
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan sejarah baru pada perdagangan Selasa (7/10/2025). Didorong oleh sentimen positif domestik dan asing, IHSG berhasil menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) baru di atas level psikologis 8.200, bahkan sempat mencapai puncaknya di level 8.217 dalam sesi intraday.
Kinerja impresif IHSG ini melanjutkan tren positif yang terjadi di awal pekan. Pada sesi perdagangan pagi, Indeks bergerak menguat signifikan, melampaui rekor penutupan tertinggi sebelumnya di 8.139,89 yang dicetak pada Senin (6/10/2025). Lonjakan indeks didukung oleh aliran dana investor asing (net buy) yang kembali masuk ke pasar saham Indonesia, terutama di saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps. Pergerakan IHSG yang menembus level 8.200 ini merupakan cerminan optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik di tengah pergerakan bursa global yang bervariasi.
Seiring dengan lonjakan IHSG, kegairahan pasar juga terlihat pada sejumlah emiten. Sebanyak empat saham kompak melesat hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Keempat saham tersebut, yang juga masuk dalam daftar top gainers hari itu, mencatatkan kenaikan hampir menyentuh batas maksimal rejection.
Data perdagangan menunjukkan empat saham yang mencatatkan kenaikan spektakuler hingga menyentuh batas ARA (sekitar 25% untuk kategori harga tertentu) adalah: PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) yang menguat tepat 25% ke harga Rp 1.725 per saham, disusul oleh PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang melesat 24,70%, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang meningkat 24,68%, dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) yang juga menguat 24,60% ke level Rp 466 per saham. Lonjakan saham-saham ini menunjukkan adanya rotasi sektor yang meluas di luar saham-saham utama penggerak indeks.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di BEI terpantau ramai. Pada sesi pagi, tercatat lebih dari 14,28 miliar lembar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp 9,09 triliun. Mayoritas indeks sektoral juga bergerak di zona hijau, dipimpin oleh penguatan di sektor Energi dan Barang Baku, memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan IHSG. Investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik, termasuk rilis data cadangan devisa, yang menjadi salah satu katalis pergerakan pasar ke depan.