Saham

IHSG Cetak Rekor Baru di Level 8.099, Investor Asing Banjiri Pasar Modal Indonesia

IHSG ditutup di level 8.099,333, mendekati rekor tertingginya, didorong oleh aksi beli bersih investor asing senilai Rp7,38 triliun dalam sepekan terakhir.

Jakarta · Sunday, 28 September 2025 07:35 WITA · Dibaca: 41
IHSG Cetak Rekor Baru di Level 8.099, Investor Asing Banjiri Pasar Modal Indonesia

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan kinerja impresif di akhir pekan perdagangan, dengan ditutup menguat signifikan di level 8.099,333 pada Jumat (26/9/2025). Meskipun puncak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) sempat tercapai di level 8.126,558 pada Rabu (24/9), penutupan di level 8.099 ini menegaskan tren bullish jangka pendek hingga panjang yang kuat di pasar modal Tanah Air.

Kenaikan indeks ini ditopang oleh derasnya arus modal asing. Data dari BEI mencatatkan investor asing membanjiri pasar saham Indonesia dengan aksi beli bersih (net buy) yang masif. Dalam sepekan penuh periode 22—26 September 2025, akumulasi net buy investor asing mencapai nilai jumbo sebesar Rp7,38 triliun di seluruh pasar (all market). Khusus pada penutupan Jumat (26/9), investor asing mencatatkan beli bersih senilai Rp583,10 miliar.

Kepala Riset MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa penguatan IHSG pekan ini didukung oleh beberapa katalis utama. Salah satunya adalah kenaikan harga komoditas global, khususnya logam dan bahan baku seperti emas dan tembaga, yang memberikan dorongan kuat pada sektor terkait di bursa. Selain itu, sentimen positif juga datang dari penguatan saham-saham konglomerasi menyusul rebalancing yang dilakukan oleh indeks global ternama, seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE.

Dalam laporan mingguan BEI, peningkatan kinerja pasar juga terlihat dari kenaikan indikator transaksi harian. Rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan melonjak 15,56% menjadi 2,45 juta kali transaksi, dan rata-rata volume transaksi harian naik 12,08% menjadi 47,077 miliar lembar saham. Kapitalisasi pasar BEI juga mencatatkan rekor baru, menembus angka Rp14.888 triliun, naik 1,74% dari pekan sebelumnya.

Meskipun terdapat optimisme yang meluas, beberapa analis pasar tetap mengingatkan adanya risiko, terutama dari tekanan depresiasi Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat dan potensi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek setelah indeks mencetak rekor tertinggi. Kendati demikian, fundamental yang kuat dan kebijakan bank sentral yang dinilai akomodatif diprediksi akan menjadi kunci keberlanjutan tren positif ini.

Login IG