Saham

IHSG Cetak Rekor ATH Baru, Lompat 1,85% ke Level 8.570

IHSG mencetak rekor All Time High (ATH) baru, melompat 1,85% ke level 8.570, didorong sentimen MSCI Rebalancing dan derasnya arus modal asing. Analisis lengkap.

JAKARTA · Monday, 24 November 2025 18:00 WITA · Dibaca: 30
IHSG Cetak Rekor ATH Baru, Lompat 1,85% ke Level 8.570

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menorehkan sejarah baru dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) pada penutupan perdagangan Senin, 24 November 2025. Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut ditutup melesat tajam sebesar 1,85% atau setara 155,9 poin, membawa IHSG parkir di level 8.570,25.

Pencapaian rekor ini diwarnai dengan aktivitas transaksi yang sangat ramai, menunjukkan minat investasi yang kuat dari pelaku pasar. Total nilai transaksi harian mencapai sekitar Rp42,15 triliun hingga Rp45,65 triliun, melibatkan pertukaran 49,89 miliar hingga 51,65 miliar saham, dengan frekuensi mencapai 2,55 juta kali. Sebanyak 343 saham terpantau menguat, sementara 297 saham melemah, dan 172 saham stagnan.

Lonjakan signifikan IHSG didorong oleh derasnya arus modal asing dan sentimen domestik yang sangat positif. Salah satu katalis utama adalah adanya implementasi perubahan evaluasi Indeks MSCI Indonesia pada penutupan perdagangan hari ini. Perubahan tersebut, yang mencakup masuknya saham berkapitalisasi besar seperti Barito Renewables Energy (BREN) dan Barito Pacific Minerals (BRMS) ke dalam Indeks Global Standard, memicu lonjakan transaksi besar-besaran pada saham-saham terkait.

Kenaikan indeks juga ditopang oleh kinerja gemilang saham-saham blue chip atau Big Caps. Saham Telkom Indonesia (TLKM) tercatat menyumbang kenaikan indeks tertinggi, disusul oleh Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Amman Mineral Internasional (AMMN), dan Bank Mandiri (BMRI), yang secara kolektif menjadi penopang utama IHSG hingga berhasil menembus level 8.500.

Secara sektoral, hampir seluruh sektor perdagangan bergerak di zona hijau. Kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor Properti sebesar 3,93%, disusul oleh sektor Infrastruktur 2,36% dan sektor Energi 2,33%. Performa apik sektor-sektor ini semakin memperkuat pandangan bahwa optimisme investor telah merata. Di sisi lain, hanya sektor Kesehatan yang tercatat mengalami koreksi tipis sebesar 0,1%.

Dari faktor eksternal, sentimen global yang kondusif turut memberikan dorongan. Pelaku pasar merespons positif sinyal dovish dari bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang mengisyaratkan adanya potensi penurunan suku bunga, sebuah kabar yang selalu disambut baik oleh pasar modal negara berkembang. Selain itu, arus modal asing juga tercatat terus masuk ke pasar keuangan Indonesia sepanjang bulan November, menandakan kepercayaan investor global terhadap stabilitas dan prospek ekonomi domestik.

Login IG