IHSG Cetak Rekor ATH Baru Lagi, Melesat 1,36% ke Level 8.275
IHSG kembali memecahkan rekor All-Time High (ATH) baru, melonjak 1,36% ke level 8.275, didorong oleh aksi beli asing dan sentimen positif global.
Jakarta, 3 November 2025, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan sejarah baru pada penutupan perdagangan hari ini. Indeks acuan tersebut melesat tajam sebesar 1,36% atau bertambah 111,18 poin, menembus level psikologis baru sekaligus mencetak rekor All-Time High (ATH) di posisi 8.275,00. Pencapaian ini menandai momentum optimisme pasar yang berkelanjutan terhadap prospek ekonomi domestik.
Kinerja impresif IHSG ini didorong oleh aksi beli signifikan dari investor, baik domestik maupun asing, yang fokus pada saham-saham unggulan (blue chip) dengan fundamental kuat. Total nilai transaksi harian tercatat mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp 18,7 triliun, mencerminkan likuiditas pasar yang sangat tinggi. Kapitalisasi pasar juga ikut terdongkrak, melampaui batas psikologis sebelumnya.
Sektor finansial dan teknologi menjadi motor utama penggerak indeks kali ini, menyusul rilis kinerja keuangan kuartal III yang secara umum melampaui ekspektasi pasar. Sentimen dari luar negeri, khususnya meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dan stabilnya harga komoditas global, turut memberikan kontribusi positif. Aliran dana asing (net buy) tercatat mencapai Rp 1,2 triliun pada hari perdagangan ini, membuktikan daya tarik aset Indonesia.
Analis Pasar Modal dari JClarity Research, Rahmat Subroto, menilai bahwa level 8.275 adalah refleksi dari kepercayaan investor yang solid terhadap stabilitas politik dan kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan. "Pasar kini melihat adanya percepatan realisasi proyek strategis nasional dan sinyal positif dari investasi langsung (FDI), yang secara kolektif meningkatkan prospek laba korporasi ke depan. Ini adalah momentum emas bagi IHSG," ujar Rahmat.
Dalam penutupan perdagangan hari ini, tercatat sebanyak 320 saham menguat, 210 saham melemah, dan 200 saham stagnan. Dengan pencapaian rekor ATH baru ini, target jangka pendek IHSG diperkirakan akan menguji level resistensi berikutnya di 8.350, dengan catatan stabilitas makroekonomi domestik dan kelanjutan aliran dana asing tetap terjaga dalam beberapa pekan mendatang.