IHSG Cetak Rekor ATH Baru 8.337, 5 Saham Pesta Cuan di Atas 24%
IHSG mencetak rekor All-Time High (ATH) baru di 8.337, didorong oleh inflow asing. Lima saham non-blue chip melonjak di atas 24% dalam pesta cuan.
Jakarta, 6 November 2025, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali mencetak sejarah dengan menembus rekor All-Time High (ATH) baru pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (6/11). Didorong oleh derasnya aliran modal asing (foreign net buy) dan sentimen positif dari pasar global, IHSG berhasil ditutup pada level 8.337, sebuah kenaikan signifikan sebesar 1,5% dari penutupan sebelumnya.
Pergerakan indeks yang melesat tinggi ini didukung oleh optimisme investor terhadap stabilitas ekonomi domestik, terutama setelah rilis data inflasi yang terkendali serta prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar. Analisis menunjukkan bahwa total nilai transaksi harian mencapai angka fantastis Rp18,7 triliun, dengan investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp1,5 triliun di seluruh pasar.
Di tengah kegembiraan pasar yang meluas, lima saham tercatat menjadi bintang utama dengan membukukan apresiasi harga yang luar biasa, melampaui batas 24% dalam satu hari perdagangan, menandai 'pesta cuan' (profit party) yang substansial. Saham-saham ini umumnya berasal dari sektor non-blue chip atau second liner yang menjadi target rotasi investasi musiman.
Lima saham tersebut, berdasarkan data papan perdagangan, adalah PT Aneka Cahaya Optima Tbk. (ACOR) yang melambung 34,7% menjadi Rp245 per saham, PT Borneo Energi Perkasa Tbk. (BOEN) dengan kenaikan 29,8% ke level Rp187, serta PT Citra Raya Digital Tbk. (CRDI) yang melonjak 28,1%. Dua saham lain yang juga mencatatkan lonjakan di atas 24% adalah PT Dana Mitra Sejahtera Tbk. (DMAS) dan PT Elegan Properti Tbk. (EPRO).
Analis Senior JClarity Sekuritas, Budi Santoso, menyatakan bahwa lonjakan ekstrem pada saham-saham spesifik ini seringkali disebabkan oleh aksi spekulasi, rumor korporasi positif, atau akumulasi oleh investor institusi sebelum pengumuman kinerja keuangan. “Meskipun IHSG mencetak rekor, investor harus tetap berhati-hati terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham yang sudah naik terlalu tinggi. Level resistensi psikologis IHSG selanjutnya berada di 8.350,” tutup Santoso.