Saham

IHSG Berpeluang Rebound Terbatas Awal Desember, Analis Soroti Tekanan Jual Asing di Saham Big Cap

IHSG awal Desember diprediksi rebound terbatas di kisaran 8.500-8.600. Analis menyoroti aksi net sell asing yang masif di saham big cap perbankan.

Jakarta, 1 Desember 2025 · Monday, 01 December 2025 12:00 WITA · Dibaca: 27
IHSG Berpeluang Rebound Terbatas Awal Desember, Analis Soroti Tekanan Jual Asing di Saham Big Cap

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali bulan Desember 2025 dengan potensi technical rebound yang cenderung terbatas, setelah pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya (28/11) tercatat melemah tipis di level 8.508,71. Para analis memperkirakan peluang penguatan tetap ada seiring sentimen musiman window dressing akhir tahun dan optimisme data ekonomi domestik, namun pergerakannya dibayangi oleh tekanan jual yang signifikan dari investor asing.

Tekanan jual bersih atau net foreign sell menjadi sorotan utama di pasar modal domestik. Pada penutupan akhir pekan lalu, aksi jual bersih investor asing di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) dilaporkan mencapai Rp912,51 miliar. Aksi lepas saham ini terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) atau blue chips, khususnya di sektor perbankan seperti BBRI dan BBCA, serta saham telekomunikasi seperti TLKM.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai pola pergerakan IHSG masih memberi ruang rebound selama indeks mampu bertahan di atas level pivot 8.500. Senada, Analis WH Project, William Hartanto, menyebut bahwa IHSG telah berhasil membentuk dan mempertahankan level 8.500 sebagai support baru. Namun, ia menambahkan bahwa tekanan dari sektor perbankan masih terasa seiring berlanjutnya arus keluar modal asing.

Secara teknikal, pergerakan IHSG pada pekan ini diperkirakan akan berada dalam rentang yang ketat, antara 8.470 hingga 8.600. Katalis positif yang dapat mendorong indeks berasal dari dalam negeri, di antaranya rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur, inflasi November, dan neraca perdagangan. Sementara dari sisi global, ekspektasi terhadap potensi penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan Desember 2025 juga menjadi faktor yang mendorong optimisme pasar.

Menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif dan dibayangi tekanan asing, investor disarankan untuk menerapkan strategi selective buying. Fokus investasi sebaiknya diarahkan pada saham-saham dengan fundamental yang kuat dan berbasis pada konsumsi domestik, sambil terus mencermati sinyal pembalikan arah arus modal asing.

Login IG