Saham

IHSG Berpeluang Loyo Pekan Depan, Cuma Ini Sentimennya!

IHSG diperkirakan loyo pekan depan (24-28 Nov 2025) karena minimnya sentimen. Investor hanya fokus pada rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) AS. Cek prediksi dan level support resistance IHSG.

Jakarta · Monday, 24 November 2025 03:00 WITA · Dibaca: 26
IHSG Berpeluang Loyo Pekan Depan, Cuma Ini Sentimennya!

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menghadapi pekan yang kurang bergairah, atau cenderung bergerak konsolidasi, pada periode perdagangan 24-28 November 2025. Pergerakan yang loyo ini dipicu oleh minimnya sentimen domestik maupun global yang kuat, dengan fokus investor hanya tertuju pada rilis satu data ekonomi utama dari Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, IHSG hanya mampu mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,52%, mendarat di level 8.414,35. Analis pasar menilai momentum penguatan tertahan seiring 'kekeringan' katalis yang dapat mendorong indeks secara signifikan di akhir November. Sentimen utama yang kini disorot pelaku pasar adalah data Indeks Harga Produsen (IHP) AS atau Producer Price Index (PPI) periode September 2025 yang dijadwalkan rilis pada Selasa (25/11/2025) waktu setempat.

Data IHP AS ini menjadi sentimen tunggal yang krusial. Sebelumnya, harga grosir AS dilaporkan turun tipis di bulan Agustus, yang sempat memicu ekspektasi positif bahwa The Federal Reserve (The Fed) memiliki ruang untuk menyetujui pemangkasan suku bunga acuan. Jika rilis data IHP September kembali menunjukkan pelemahan inflasi di tingkat produsen, sentimen ini dapat memberikan dorongan sesaat di pasar global, termasuk IHSG. Namun, ketidakpastian seputar langkah The Fed dan data ekonomi AS yang sempat tertunda akibat isu politik domestik AS (government shutdown) masih menyelimuti pasar.

Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level 4,75% pada periode November 2025 lalu telah memberikan dasar stabilitas. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, serta untuk memperkuat sinergi demi pertumbuhan ekonomi. Ke depan, fokus BI akan bergeser pada transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG masih akan bergerak berkonsolidasi dalam jangka pendek, dengan rentang pergerakan yang diperkirakan berada di level support 8.350 dan resistance 8.450. Pergerakan indeks diperkirakan akan bersifat wait and see, menunggu kejelasan arah kebijakan moneter global dan kepastian aliran modal asing.

Login IG