IHSG BEI Menguat Sore Ini, Pasar Abaikan 'Shutdown' Pemerintah AS
IHSG BEI ditutup menguat 0,78% ke 7.185,55 sore ini, ditopang net foreign buy, mengabaikan ketidakpastian 'shutdown' Pemerintah AS karena fundamental domestik kuat.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan sore ini, Kamis (2/10), melampaui level psikologis 7.100. Kinerja positif ini mencerminkan resiliensi pasar domestik yang tampaknya mengabaikan ketidakpastian politik terkait potensi 'shutdown' (penutupan sementara) operasional Pemerintah Federal Amerika Serikat (AS).
IHSG tercatat mengakhiri sesi perdagangan di level 7.185,55, melonjak 0,78% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Penguatan ini didukung oleh volume transaksi yang solid, mencapai sekitar Rp 12,5 triliun. Sebagian besar sektor mengalami kenaikan, dipimpin oleh sektor teknologi dan keuangan, sementara nilai tukar Rupiah juga terpantau stabil, bahkan sedikit menguat terhadap Dolar AS.
Kepala Riset ABC Sekuritas, Dr. Aji Santoso, menilai bahwa aksi beli bersih (net foreign buy) oleh investor asing menjadi salah satu katalis utama penguatan hari ini. "Investor asing hari ini membukukan net buy signifikan, mendekati Rp 850 miliar, menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang kuat," ujar Dr. Santoso. "Isu 'shutdown' di AS, meskipun berpotensi mengganggu sentimen global, tampaknya sudah dianggap sebagai masalah politik domestik jangka pendek yang tidak berdampak fundamental langsung pada laba perusahaan-perusahaan di Indonesia.”
Pasar domestik lebih fokus pada rilis data ekonomi yang menunjukkan stabilitas, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada di level optimis, serta harga komoditas utama yang cenderung stabil. Kondisi ini membuat para pelaku pasar menempatkan prioritas lebih tinggi pada prospek pertumbuhan laba emiten di Indonesia daripada gejolak politik di Washington.
Di antara indeks sektoral, sektor keuangan dan barang konsumsi non-primer menjadi pendorong utama kenaikan IHSG, masing-masing menguat lebih dari 1,2%. Sementara itu, LQ45, indeks saham unggulan, juga bergerak seirama dengan penguatan 0,85%. Para analis memproyeksikan momentum positif ini berpotensi berlanjut, dengan investor kini mencermati arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan data inflasi yang akan dirilis pekan depan sebagai penentu arah pasar jangka pendek.