Saham

IHSG Anjlok 1,04% Usai BI Tahan Suku Bunga, Sektor Properti Melesat Sendiri

IHSG ditutup melemah 1,04% menjadi X.XXX setelah Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level Y,YZ%. Di tengah koreksi pasar, sektor properti tampil kontrarian.

Jakarta · Wednesday, 22 October 2025 23:00 WITA · Dibaca: 58
IHSG Anjlok 1,04% Usai BI Tahan Suku Bunga, Sektor Properti Melesat Sendiri

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah signifikan pada penutupan perdagangan, Rabu (22/10), merespons keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan. IHSG terperosok 1,04% ke level X.XXX, membalikkan penguatan yang terjadi di awal sesi perdagangan. Meskipun pasar secara umum mengalami koreksi, sektor properti dan real estat justru tampil kontrarian dengan melesat sendirian.

Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level Y,YZ% selama Z periode berturut-turut, tidak mampu memberikan katalis positif yang diharapkan pasar. Pelaku pasar cenderung mengambil langkah *profit taking* di tengah sentimen global yang kurang kondusif serta kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik akibat suku bunga yang dipertahankan tinggi. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp Z,Z triliun, dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) yang signifikan.

Di tengah tekanan jual yang melanda hampir seluruh sektor, sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) berhasil mencatatkan kenaikan tertinggi harian, memimpin reli di antara seluruh indeks sektoral BEI. Sektor ini menguat hingga 1,85%, didorong oleh saham-saham unggulan seperti BSDE, PWON, dan CTRA. Analis menilai, keputusan BI untuk menahan suku bunga memberikan kepastian (stabilitas) bagi industri properti, menjamin biaya KPR (Kredit Pemilikan Rumah) tidak melonjak, dan menopang daya beli masyarakat.

Kepala Riset JClarity, [Nama Analis Fiktif], menjelaskan bahwa sektor properti kini dipandang sebagai 'safe haven' kontrarian di tengah koreksi pasar obligasi dan saham. "Stabilitas suku bunga adalah nafas bagi sektor properti. Para investor jangka panjang kini mengalihkan fokus ke sektor yang terdiskon dan memiliki fundamental kuat, mengharapkan adanya stimulus fiskal atau moneter lebih lanjut yang pro-pertumbuhan. Anjloknya IHSG hari ini lebih bersifat teknikal dan sentimen global, sementara penguatan properti mencerminkan keyakinan domestik," ujarnya.

Meskipun terjadi pelemahan indeks hari ini, mayoritas analis tetap optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia hingga akhir tahun, dengan catatan sentimen inflasi dan kebijakan moneter global, terutama The Fed, tetap terkendali. Pelaku pasar disarankan untuk mencermati rilis data ekonomi domestik mendatang dan tetap berhati-hati terhadap volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Login IG