Saham

HM Sampoerna (HMSP) Bakal Untung Besar, Muncul Target Harga Saham

Analis memproyeksikan laba bersih HM Sampoerna (HMSP) melonjak 41% jadi Rp 8 T di 2026. Target harga saham HMSP rata-rata di Rp 890, dengan potensi upside 24%.

JAKARTA · Sunday, 12 October 2025 15:00 WITA · Dibaca: 33
HM Sampoerna (HMSP) Bakal Untung Besar, Muncul Target Harga Saham

JAKARTA, JClarity – Proyeksi kinerja keuangan PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) tahun 2026 mencuatkan optimisme di kalangan analis. Emiten produsen rokok terkemuka ini diperkirakan bakal membukukan lonjakan laba bersih hingga 41%, didukung oleh faktor stabilisasi kebijakan cukai dan strategi diversifikasi produk yang solid.

Perkiraan melonjaknya laba tersebut sejalan dengan munculnya sejumlah target harga saham HMSP. Berdasarkan konsensus beberapa analis, rata-rata target harga 12 bulan saham HMSP berada di kisaran Rp 884 hingga Rp 890 per saham. Angka ini menyiratkan potensi upside atau kenaikan lebih dari 24% dari harga saat ini. Bahkan, beberapa analis menempatkan estimasi tertinggi hingga Rp 1.700 per saham.

Secara rinci, laba bersih HMSP diproyeksikan mencapai Rp 8 triliun pada tahun 2026, meningkat tajam dari estimasi Rp 5,7 triliun pada tahun 2025. Dari sisi pendapatan, HMSP diperkirakan akan menembus angka Rp 122,1 triliun di tahun 2026, tumbuh sekitar 4% dibandingkan perkiraan pendapatan tahun 2025 sebesar Rp 117,3 triliun. Mayoritas analis memberikan rekomendasi 'Beli' (Buy) untuk saham HMSP.

Faktor utama yang mendasari prospek cerah ini adalah kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2025. Kebijakan ini dianggap krusial karena memberikan kepastian operasional bagi industri dan menjaga daya beli konsumen, yang dalam beberapa tahun terakhir tertekan oleh kenaikan cukai berturut-turut.

Di tengah tantangan volume penjualan rokok konvensional, HMSP juga menunjukkan kekuatan melalui strategi portofolio yang terdiversifikasi, khususnya pada produk tembakau tanpa asap seperti IQOS. Penjualan produk ini mencatatkan pertumbuhan signifikan hingga 34,3% pada semester I-2025. Meskipun laba bersih pada semester I-2025 tercatat Rp 2,1 triliun (turun akibat pencatatan beban pajak satu kali), HMSP berhasil meningkatkan pangsa pasar sebesar 0,8 poin menjadi 31%, mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar.

Dengan fundamental yang diprediksi membaik secara signifikan pada tahun 2026 dan didukung oleh konsensus analis, HMSP dinilai memiliki lintasan pertumbuhan yang menarik bagi investor. Potensi penguatan harga saham menjadi fokus utama, didorong oleh perkiraan lonjakan laba dan stabilitas kebijakan industri.

Login IG