Harga Saham Naik 4.239%, Emiten Haji Isam (PGUN) Buka Suara
Emiten sawit milik Haji Isam, PGUN, merespons kenaikan harga saham 4.239% ytd sebagai mekanisme pasar murni didukung fundamental kuat, laba bersih naik 690%.
JAKARTA, JClarity – PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha asal Kalimantan, Haji Isam (Andi Syamsuddin Arsyad), akhirnya angkat bicara menyusul lonjakan harga sahamnya yang ekstrem. Secara year-to-date, harga saham PGUN diketahui telah melesat hingga 4.239,62% ke level Rp18.400, menjadikannya salah satu saham dengan kenaikan tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dalam keterbukaan informasi kepada BEI, manajemen PGUN menjelaskan bahwa tren peningkatan harga saham yang signifikan tersebut merupakan mekanisme pasar murni. Faktor-faktor pendorong yang memengaruhi pergerakan harga saham, menurut perseroan, di antaranya adalah sentimen investor, kondisi makroekonomi, serta fundamental masing-masing emiten yang positif.
PGUN juga menyampaikan klarifikasi mengenai afiliasi dengan emiten lain yang juga mengalami kenaikan drastis, yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE). “Perseroan tidak memiliki keterlibatan langsung dalam pengelolaan JARR maupun TEBE, sehingga pergerakan harga saham kedua perusahaan tersebut merupakan refleksi dari penilaian pasar terhadap prospek bisnis masing-masing emiten,” demikian pernyataan yang tertuang dalam keterbukaan informasi.
Lonjakan harga saham ini didukung oleh kinerja fundamental yang mengesankan. PGUN, yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit terpadu, mencatatkan tren positif pada Kuartal III-2025. Produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) meningkat sebesar 2.783 metrik ton (MT) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, pengolahan tandan buah segar (TBS) juga naik signifikan sebesar 17.741 MT. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan produktivitas lahan, efisiensi operasional, serta pemulihan produksi pasca-dampak El Nino.
Secara finansial, perseroan juga membukukan pertumbuhan laba bersih yang fantastis. Pada semester I 2025, PGUN mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 83,53 miliar, yang melonjak hingga 690% dibandingkan laba bersih pada semester I 2024. Kenaikan harga saham ini telah mendorong kapitalisasi pasar PGUN menembus Rp105,58 triliun, menjadikannya emiten kelapa sawit dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, bahkan melebihi gabungan beberapa emiten sawit raksasa lainnya.
Sebagai informasi, PGUN secara de facto dimiliki dan dikendalikan oleh anak-anak Haji Isam, yakni Liana dan Jhony Saputra. Pergerakan harga yang tidak wajar (Unusual Market Activity) ini sempat membuat BEI melakukan pengawasan ketat, termasuk penghentian sementara perdagangan (suspensi) saham PGUN sebagai langkah perlindungan investor.