Harga Saham Emiten Nikel Melesat 328%, Cek Rekomendasi Beli & Jual Hari Ini!
Eksplorasi kenaikan gila-gilaan saham nikel hingga 328% (NICL) YtD 2025. Cek prospek hilirisasi, pendorong EV, dan rekomendasi beli ANTM, NCKL, INCO hari ini.
Jakarta, JClarity – Sektor saham nikel di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mencatatkan kinerja gemilang, didorong oleh sentimen positif permintaan global kendaraan listrik (EV) dan agresivitas program hilirisasi nikel di dalam negeri. Optimisme ini tercermin dari lonjakan harga saham beberapa emiten yang mencapai puncaknya, dengan salah satu saham membukukan kenaikan fantastis hingga 328% sejak awal tahun (Year-to-Date/YtD).
Data per Jumat (10/10/2025) menunjukkan bahwa PT Pam Mineral Tbk (NICL) menjadi primadona dengan kenaikan harga saham menembus 328,85% YtD, mencapai level Rp 1.115 per saham. Tidak hanya NICL, emiten lain seperti PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) juga melesat 261,90% YtD ke level Rp 760 per saham, membuktikan tingginya minat investor terhadap aset berbasis komoditas strategis ini.
Kinerja impresif ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama, permintaan nikel global yang terus melonjak sebagai komponen krusial dalam pembuatan baterai EV. Kedua, proyek hilirisasi nikel di Indonesia yang memperkuat rantai pasok industri baterai, menjadikan nikel sebagai komoditas strategis.
Meskipun sentimen positif mendominasi, analis pasar modal mengingatkan adanya volatilitas harga nikel di London Metal Exchange (LME) dan kekhawatiran potensi kelebihan pasokan global. Oleh karena itu, rekomendasi investasi difokuskan pada emiten dengan fundamental kuat dan eksposur yang jelas terhadap produk hilir seperti *Mixed Hydroxide Precipitate* (MHP) dan *Ferronickel* (FeNi).
Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, dan analis lainnya merekomendasikan beberapa saham nikel lapis utama dan menengah untuk dikoleksi. Saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), yang juga naik 51,66% YtD ke Rp 1.145 per saham, dinilai layak dicermati dengan rekomendasi Beli (Buy) dan target harga (TP) berkisar antara Rp 1.200 hingga Rp 1.250 per saham.
Untuk emiten besar yang terdiversifikasi, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang mencatatkan kenaikan sekitar 109,84% YtD, direkomendasikan Beli oleh analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) dengan Target Harga Rp 4.300. Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 25,41% YtD, juga disarankan Beli dengan target harga yang lebih tinggi di level Rp 5.200, didorong oleh prospek proyek HPAL dan tambang Pomala.
Adapun saham-saham yang telah melesat gila-gilaan seperti NICL dan DKFT disarankan dengan rekomendasi *Trading Buy* atau *Hold* pada level saat ini. Hal ini didasarkan pada lonjakan valuasi yang signifikan dan perlunya investor untuk menimbang kembali valuasi yang wajar setelah kenaikan harga bijih nikel yang mereka catatkan pada paruh pertama 2025. Investor disarankan untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi di tengah tingginya dinamika pasar.