Saham

Harga Minyak Melonjak, Saham ADRO dan ITMG Tembus Resistance: Investor Borong Sektor Energi.

Harga minyak mentah melonjak didorong geopolitik, memicu aksi borong investor di sektor energi. Saham ADRO dan ITMG berhasil menembus level resistensi kunci di BEI.

Jakarta · Friday, 24 October 2025 15:00 WITA · Dibaca: 61
Harga Minyak Melonjak, Saham ADRO dan ITMG Tembus Resistance: Investor Borong Sektor Energi.

JAKARTA, JClarity – Sektor energi domestik kembali menjadi sorotan utama pasar modal menyusul lonjakan signifikan pada harga minyak mentah global. Sentimen positif ini mendorong aksi beli besar-besaran atau 'borong' oleh investor, menyebabkan saham-saham unggulan di sektor tersebut, terutama PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), berhasil menembus level resistensi kunci.

Kenaikan harga minyak mentah Brent yang dilaporkan sempat menyentuh US$95 per barel pada perdagangan hari ini, didorong oleh kombinasi faktor geopolitik global dan disiplin produksi yang ketat dari aliansi OPEC+. Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah, ditambah dengan sanksi baru yang menargetkan entitas energi Rusia, telah memicu kekhawatiran pasokan, yang secara historis selalu menjadi katalisator lonjakan harga komoditas energi.

Dampak langsung terasa di Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana Indeks Sektor Energi melonjak lebih dari 3%. Saham ADRO ditutup menguat tajam sebesar 4,8% di level Rp 3.250, melampaui resistensi psikologis kuat yang telah bertahan selama beberapa pekan. Sementara itu, ITMG mencatatkan performa yang lebih impresif, melonjak 6,1% hingga menembus level Rp 35.000. Analisis teknikal menunjukkan bahwa penembusan resistensi ini merupakan sinyal konfirmasi bagi tren *bullish* yang kuat, menarik minat beli institusi dan ritel.

Analis Pasar Modal JClarity, Dwi Saputro, menyatakan bahwa meskipun ADRO dan ITMG dikenal sebagai emiten batu bara, kenaikan harga minyak menciptakan efek domino yang mengangkat keseluruhan sektor energi. "Investor saat ini mengantisipasi peningkatan signifikan pada pendapatan kuartal ketiga dan keempat 2025, yang sejalan dengan penguatan harga komoditas. Keputusan untuk 'borong' pada ADRO dan ITMG mencerminkan keyakinan pasar bahwa valuasi mereka, meskipun sempat tertekan oleh kekhawatiran harga batu bara sebelumnya, kini kembali menarik di tengah potensi *rebound* global. Sektor ini bergeser dari *netral* ke *overweight*," jelas Saputro.

Di sisi lain, penguatan sektor ini juga diperkuat oleh data realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mencapai Rp138,8 triliun pada Semester I 2025. Sentimen ini, bersama dengan prospek ADRO yang terus mendiversifikasi bisnisnya di luar batu bara, memberikan fondasi fundamental yang solid untuk menopang momentum teknikal kenaikan harga saham. Pasar memperkirakan bahwa selama ketidakpastian geopolitik global masih berlangsung, tren penguatan pada saham-saham energi akan terus berlanjut, didukung oleh potensi dividen yang atraktif dari emiten-emiten tersebut.

Login IG