Saham

Harga Melesat Tak Wajar, Saham 2 Emiten Ini Masuk Pantauan BEI!

BEI umumkan status UMA untuk saham ELPI dan FPNI usai harga melesat tak wajar hingga lebih dari 100% dalam sebulan. Investor diimbau waspada.

Jakarta · Friday, 07 November 2025 15:00 WITA · Dibaca: 52
Harga Melesat Tak Wajar, Saham 2 Emiten Ini Masuk Pantauan BEI!

JAKARTA, JClarity – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan ketegasannya dalam memantau pergerakan saham yang dinilai tidak wajar. Pada hari Jumat (7/11/2025), otoritas bursa secara resmi memasukkan dua saham emiten ke dalam daftar pengawasan ketat dengan status Unusual Market Activity (UMA) setelah mengalami lonjakan harga yang signifikan.

Dua emiten yang menjadi sorotan kali ini adalah PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) dan PT Lotte Chemical Titan Tbk. (FPNI). Langkah pengawasan ini dilakukan sebagai upaya perlindungan investor menyusul kenaikan harga saham yang dinilai di luar kebiasaan. Saham ELPI tercatat melesat hingga 104,17% dalam periode sebulan terakhir, sementara saham FPNI mencatatkan kenaikan yang lebih fantastis, melonjak 116,84% dalam kurun waktu yang sama.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan bahwa pengumuman UMA ini bukan berarti serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. "Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham-saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ujar Yulianto dalam keterangan resminya.

Meskipun demikian, BEI meminta para investor untuk meningkatkan kehati-hatian dalam mengambil keputusan investasi. Investor diimbau untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi dari Bursa, mencermati secara saksama kinerja dan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan. Selain itu, investor juga disarankan untuk mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta mempertimbangkan segala kemungkinan risiko yang dapat timbul sebelum berinvestasi.

Login IG