Harga CPO Bikin Laba Melonjak, Prospek Kinerja dan Saham AALI di Q4 Bisa Menguat.
Laba bersih AALI melonjak 33,57% hingga Q3 2025 menjadi Rp 1,07 triliun. Didorong harga CPO dan volume produksi, prospek kinerja dan saham AALI Q4 2025 diproyeksikan menguat.
JAKARTA, JClarity – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan kinerja yang solid hingga kuartal ketiga (Q3) 2025. Kenaikan signifikan pada harga jual rata-rata minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) serta pemulihan volume produksi menjadi pendorong utama lonjakan laba bersih perseroan, memberikan sinyal prospek penguatan kinerja dan harga saham AALI di kuartal keempat (Q4) 2025.
Hingga akhir September 2025, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk AALI tercatat sebesar Rp 1,07 triliun. Angka ini melonjak 33,57% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja impresif ini didukung oleh pendapatan bersih yang tumbuh 35,8% secara tahunan, mencapai Rp 22,11 triliun, dari sebelumnya Rp 16,28 triliun pada 9M 2024.
Presiden Direktur AALI, Djap Tet Fa, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja tersebut ditopang oleh dua faktor kunci. “Penyebab utamanya memang peningkatan produksi dibanding tahun lalu, produksi naik sekitar 8%. Lalu ada kenaikan harga [CPO],” ujarnya, merujuk pada laporan keuangan perusahaan. Kenaikan harga CPO dan turunannya merupakan kontributor terbesar pendapatan, didukung pula oleh permintaan dari sektor biodiesel domestik yang menjaga momentum harga komoditas ini di tengah dinamika pasar global.
Peningkatan volume produksi sebesar 8% pada 9M 2025 menunjukkan adanya pemulihan signifikan setelah periode stagnasi yang disebabkan oleh program replanting (peremajaan) dan faktor usia tanaman. Pulihnya volume ini, dikombinasikan dengan harga CPO yang cenderung tinggi akibat pengetatan pasokan global—termasuk proyeksi penurunan produksi di Indonesia dan Malaysia—menciptakan dorongan ganda bagi profitabilitas perseroan.
Analis pasar menilai bahwa prospek saham AALI sangat bergantung pada dua syarat utama, yaitu pemulihan produksi dan stabilitas atau kenaikan harga CPO. Data Q3 2025 yang menunjukkan peningkatan produksi menandakan bahwa salah satu syarat utama untuk rebound kinerja dan harga saham mulai terpenuhi. Saat ini, saham AALI memiliki perkiraan harga maksimum dari analis sebesar Rp 11.700,00 dan minimum sebesar Rp 7.200,00.
Dari sisi strategi korporasi, AALI juga menunjukkan komitmen keberlanjutan yang dapat menjadi sentimen positif jangka panjang. Perseroan menyiapkan investasi sekitar Rp 320 miliar untuk membangun delapan unit fasilitas methane capture hingga tahun 2030, yang merupakan bagian dari komitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 30%. Strategi ini tidak hanya mendukung aspek lingkungan, namun juga berpotensi meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.