Saham

GOTO Pertama Kali Cetak Laba, Ternyata Ini Dua Motor Penghasilannya.

GOTO berhasil mencetak laba sebelum pajak disesuaikan Rp62 miliar di Q3-2025, pertama sejak berdiri. Laba didorong kinerja solid Gojek (ODS) dan GoTo Financial (Fintech).

Jakarta · Tuesday, 04 November 2025 02:00 WITA · Dibaca: 52
GOTO Pertama Kali Cetak Laba, Ternyata Ini Dua Motor Penghasilannya.

JAKARTA, JClarity – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), ekosistem digital terbesar di Indonesia, berhasil menorehkan sejarah baru dalam kinerja keuangannya dengan mencatatkan laba pertama kali sejak perusahaan berdiri. Pencapaian monumental ini terjadi pada kuartal ketiga tahun 2025 (Q3-2025), yang secara tegas menandai titik balik perusahaan menuju profitabilitas berkelanjutan.

Dalam laporan keuangan yang dirilis, GOTO membukukan laba sebelum pajak yang disesuaikan (adjusted pre-tax profit) positif sebesar Rp62 miliar pada Q3-2025. Angka ini menjadi indikator kuat keberhasilan strategi efisiensi dan sinergi ekosistem yang telah diterapkan manajemen. Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo, menyatakan bahwa momentum ini memperkuat keyakinan perseroan untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kinerja impresif GOTO ditopang oleh dua mesin pertumbuhan utama (two main engines), yakni lini bisnis On-Demand Services (ODS) yang diwakili oleh Gojek dan lini Financial Technology (Fintech) di bawah naungan GoTo Financial (GTF) yang menaungi GoPay. Kedua segmen ini menunjukkan perbaikan profitabilitas yang signifikan, beriringan dengan peningkatan disiplin keuangan di tingkat Grup.

Segmen On-Demand Services (Gojek) mencatatkan lompatan kinerja yang luar biasa. EBITDA yang disesuaikan (adjusted EBITDA) segmen ODS meroket hingga Rp336 miliar, meningkat 115% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini didukung oleh performa solid dari layanan Mobilitas (GoRide dan GoCar) serta layanan Pengantaran (GoFood dan GoSend) yang masing-masing berhasil mencatatkan EBITDA disesuaikan positif. Pendapatan bersih Gojek pada periode tersebut mencapai Rp3,21 triliun, naik 10% YoY.

Sementara itu, lini bisnis Financial Technology (GoTo Financial/GoPay) menegaskan posisinya sebagai motor kedua dengan pertumbuhan yang eksplosif. Meskipun masih dalam fase pengembangan cepat, segmen ini menunjukkan perbaikan kerugian yang signifikan dan berada di jalur yang tepat untuk segera mencapai EBITDA yang disesuaikan positif. Nilai buku pinjaman konsumen (consumer loan book value) GoTo Financial tercatat mencapai Rp7,6 triliun per September 2025, melonjak 76% dari tahun sebelumnya, menandakan pertumbuhan signifikan dalam layanan keuangan digital.

Secara Grup, EBITDA yang disesuaikan GOTO secara keseluruhan melonjak 239% YoY, mencapai Rp516 miliar di Q3-2025, rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan. Capaian ini membuat Perseroan optimistis dan menaikkan panduan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh 2025, dari kisaran awal Rp1,4-1,6 triliun menjadi Rp1,8-1,9 triliun. Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menambahkan bahwa kinerja kuartal ini juga menghasilkan arus kas bebas (free cash flow) positif sebesar Rp247 miliar, yang mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam efisiensi dan disiplin keuangan.

Login IG