Saham

GOTO Pertama Kali Cetak Laba, Ternyata Ini Dua Motor Penghasilannya

GOTO mencetak laba sebelum pajak disesuaikan positif (Rp62 M) untuk pertama kalinya pada Kuartal III 2025. Dua motor penghasilan utamanya adalah GoPay dan Gojek.

Jakarta · Monday, 03 November 2025 21:00 WITA · Dibaca: 46
GOTO Pertama Kali Cetak Laba, Ternyata Ini Dua Motor Penghasilannya

Jakarta, JClarity – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berhasil mengukir tonggak sejarah baru dalam perjalanan profitabilitasnya, dengan mencatatkan laba sebelum pajak yang disesuaikan (Adjusted Profit Before Tax/PBT) positif untuk pertama kalinya. Capaian ini menjadi sinyal kematangan perusahaan dan didorong oleh kinerja superior dua unit bisnis utama yang kini menjadi motor penggerak pendapatan: GoTo Financial (GoPay) dan On-Demand Services (Gojek).

Dalam laporan kinerja keuangan Kuartal III tahun 2025 yang dirilis baru-baru ini, GOTO membukukan laba sebelum pajak yang disesuaikan sebesar Rp62 miliar. Pencapaian ini merupakan perbaikan signifikan sebesar Rp728 miliar secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dan menunjukkan kemajuan strategis perseroan dalam mencapai target laba bersih positif. Pada periode yang sama, EBITDA Grup yang disesuaikan juga mencatat rekor baru sebesar Rp516 miliar, melonjak 239% YoY.

Manajemen GOTO menegaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari disiplin biaya dan akselerasi monetisasi di seluruh lini usaha. Motor penghasilan pertama datang dari segmen **Teknologi Finansial (GoTo Financial/GoPay)**. Unit bisnis ini tidak hanya menjadi penopang utama pertumbuhan pendapatan, tetapi juga berhasil mencetak rekor EBITDA yang disesuaikan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, yakni sebesar Rp136 miliar pada Kuartal III 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pesat pada lini bisnis pinjaman konsumen dan transaksi pembayaran, dengan strategi penetrasi pasar massal yang efektif.

Motor kedua adalah **On-Demand Services (ODS) atau Gojek**, yang mencatatkan perbaikan margin laba yang berkelanjutan. Segmen ODS membukukan rekor EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp336 miliar di Kuartal III 2025. Performa kuat layanan Delivery juga turut menopang dengan kenaikan EBITDA yang disesuaikan signifikan. Kenaikan ini menunjukkan kemampuan Gojek untuk meningkatkan efisiensi operasional dan take rate sambil tetap berinovasi untuk mendorong pertumbuhan.

Melihat momentum positif ini, Direktur Utama Grup GOTO, Patrick Walujo, menyatakan optimismenya dan menaikkan panduan kinerja perseroan. “Pada kuartal III, kami mencatatkan tonggak sejarah baru dengan mencapai laba sebelum pajak yang disesuaikan untuk pertama kali sebesar Rp62 miliar. Melalui momentum ini, kami menaikkan panduan kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan setahun penuh menjadi antara Rp1,8 triliun hingga Rp1,9 triliun,” ujar Walujo. Kenaikan target ini menggarisbawahi kepercayaan manajemen terhadap fundamental bisnis yang semakin solid dan langkah yang kian dekat menuju laba bersih positif.

Login IG