Teknologi

Google Rilis SIMA 2, AI Baru yang Bisa Jadi Fondasi Robot Serba Bisa di Masa Depan

Google DeepMind merilis SIMA 2, agen AI yang ditenagai Gemini dengan kemampuan penalaran dan adaptasi canggih, menjadikannya fondasi potensial untuk robot serba bisa di masa depan.

Jakarta · Sunday, 16 November 2025 18:00 WITA · Dibaca: 41
Google Rilis SIMA 2, AI Baru yang Bisa Jadi Fondasi Robot Serba Bisa di Masa Depan

Jakarta, JClarity – Google DeepMind, divisi riset kecerdasan buatan (AI) milik Google, secara resmi meluncurkan SIMA 2, generasi terbaru dari agen AI serba guna yang berpotensi menjadi 'otak' bagi robot masa depan yang mampu menjalankan berbagai tugas kompleks di dunia nyata. SIMA, singkatan dari *Scalable Instructable Multiworld Agent*, diklaim menunjukkan lompatan kualitatif dalam kemampuan penalaran dan adaptasi AI.

Pengumuman yang dilakukan pada 13 November 2025 ini menunjukkan ambisi Google untuk mengembangkan agen AI yang melampaui kemampuan agen spesifik dan bergerak menuju *Artificial General Intelligence* (AGI). SIMA 2, yang ditenagai oleh model AI Gemini, dirancang untuk berfungsi sebagai agen yang mampu memahami, merencanakan, dan mengambil tindakan di lingkungan virtual 3D, meniru cara manusia berinteraksi.

Peningkatan terbesar SIMA 2 terletak pada kemampuannya untuk memahami instruksi yang lebih kompleks dan beragam. Tidak hanya merespons perintah dasar, agen ini dapat memproses masukan multimodal—berupa teks, suara, hingga gambar—untuk memahami tujuan tingkat tinggi, seperti "bangun tempat berlindung" atau "cari rumah merah" dalam sebuah game. Bahkan, SIMA 2 menunjukkan kemampuan untuk melakukan transfer konsep, misalnya, menerapkan pemahaman tentang “menambang” dalam satu permainan untuk tindakan “memanen” di lingkungan permainan lain yang belum pernah ia temui.

Dalam pengujian, SIMA 2 berhasil meningkatkan tingkat keberhasilan penyelesaian tugas secara signifikan, dari 31% pada versi sebelumnya menjadi 65%. Angka ini mendekati kemampuan penilaian manusia saat bermain game. Kehebatan lain yang disoroti adalah kemampuan belajar mandiri (self-improvement). Setelah menerima data pelatihan awal dari demonstrasi manusia, SIMA 2 dapat beralih ke pembelajaran yang diarahkan sendiri, di mana ia menghasilkan tugas dan perkiraan hadiahnya sendiri untuk terus mengasah kemampuannya tanpa intervensi manusia.

Meskipun saat ini SIMA 2 diuji di dunia virtual 3D, seperti game *survival* Viking ASKA dan lingkungan riset MineDojo, Google DeepMind menegaskan bahwa AI ini bukan sekadar asisten game. Dunia virtual digunakan sebagai tempat pengujian yang aman untuk mengembangkan keterampilan inti yang akan sangat penting bagi robotika dunia nyata di masa depan. Keterampilan seperti navigasi, penggunaan alat, dan eksekusi tugas kolaboratif yang dipelajari SIMA 2 merupakan dasar bagi penciptaan robot serba guna yang dapat beroperasi secara mandiri dan mengikuti instruksi bahasa alami di lingkungan fisik yang rumit.

Saat ini, SIMA 2 masih dirilis sebagai pratinjau riset terbatas untuk sekelompok kecil akademisi dan pengembang game. Pihak Google DeepMind menekankan komitmennya untuk mengembangkan SIMA 2 secara bertanggung jawab, mengingat implikasi pentingnya untuk masa depan robotika dan perwujudan AI secara umum.

Login IG