Saham

Gerak Lincah IHSG Tembus Rekor, Investor Cermati Aksi Ambil Untung.

IHSG kembali tembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di 8.257,859. Investor cermati potensi aksi ambil untung (profit taking) setelah reli panjang.

Jakarta · Saturday, 11 October 2025 11:00 WITA · Dibaca: 31
Gerak Lincah IHSG Tembus Rekor, Investor Cermati Aksi Ambil Untung.

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan sejarah baru di pasar modal Indonesia, mencatatkan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada akhir pekan perdagangan 6-10 Oktober 2025. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berhasil menguat 1,72% secara mingguan, ditutup di level 8.257,859 pada Jumat (10/10/2025), meskipun diwarnai aksi ambil untung (profit taking) menjelang penutupan.

Kinerja impresif ini turut mendongkrak kapitalisasi pasar BEI yang juga mencetak rekor baru, melonjak 3,19% menjadi Rp 15.560 triliun dari pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 12,48% menjadi Rp 28,15 triliun, menandakan likuiditas pasar yang masih sangat solid.

Pergerakan 'Gerak Lincah' IHSG sepekan terakhir menunjukkan volatilitas yang tinggi. Meskipun mencetak rekor, indeks sempat mengalami tekanan jual cukup dalam, terutama pada pertengahan pekan, yang diyakini analis sebagai 'koreksi sehat' akibat aksi profit taking. Tekanan jual tersebut terutama menimpa saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) dan emiten yang sebelumnya menjadi penopang utama indeks, seperti dari sektor perbankan dan saham-saham grup konglomerat.

Pada penutupan rekor hari Jumat, sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan 3,04%, diikuti oleh infrastruktur dan barang baku, yang menunjukkan adanya rotasi sektoral. Namun, sektor keuangan justru tertekan 1,26% akibat pelemahan saham-saham bank besar seperti BBRI, BMRI, dan BBNI yang menjadi target profit taking.

Dari sisi investor asing, tercatat adanya pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 728,91 miliar pada penutupan pekan terakhir. Meskipun demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2025 (year-to-date), investor asing masih mencatatkan penjualan bersih yang cukup besar, mencapai Rp 53,49 triliun.

Analis pasar modal mencermati bahwa momentum penguatan IHSG didukung oleh optimisme makroekonomi domestik, likuiditas yang kuat, serta ekspektasi positif pasca kebijakan pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan The Federal Reserve (The Fed). Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai peluang IHSG untuk melanjutkan rekor baru masih terbuka lebar dan berpotensi menembus area 8.250-8.300 dalam waktu dekat.

Kendati demikian, para investor diimbau untuk tetap waspada. Potensi pullback atau koreksi jangka pendek akibat profit taking setelah kenaikan tanpa koreksi signifikan, serta faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas global, tetap menjadi risiko yang harus dicermati. Laporan keuangan kuartal III 2025 emiten juga akan menjadi katalisator penting berikutnya bagi pergerakan indeks.

Login IG