Game Horor Indonesia "Agni: Village of Calamity" Unjuk Gigi di TGS 2025, Grafis Selevel Resident Evil.
Game horor Indonesia, Agni: Village of Calamity dari Separuh Interactive, sukses memukau di Tokyo Game Show (TGS) 2025 dengan kualitas grafis setara Resident Evil.
JAKARTA, JClarity – Industri game Indonesia kembali menorehkan pencapaian gemilang di panggung internasional. Dalam ajang bergengsi Tokyo Game Show (TGS) 2025 yang baru saja berakhir di Makuhari Messe, Chiba, Jepang, game horor survival "Agni: Village of Calamity" sukses menarik perhatian global dan mendapat pujian tinggi, dengan kualitas visual yang disetarakan dengan waralaba horor papan atas seperti Resident Evil.
Dikembangkan oleh studio independen asal Jakarta, Separuh Interactive, "Agni: Village of Calamity" ditampilkan di booth "Game from Indonesia" dan disebut-sebut sebagai surat cinta bagi genre horor survival klasik. Game ini dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5, yang memungkinkan tim pengembang untuk menampilkan detail lingkungan, pencahayaan, dan model karakter yang sangat sinematik dan realistis. Hal ini menjadi alasan utama mengapa media dan pengunjung menyamakan kualitas grafisnya dengan judul-judul horor AAA.
"Agni: Village of Calamity" menghadirkan elemen horor sinematik dengan sudut pandang kamera tetap (fixed camera angle) yang mengingatkan pada era keemasan Resident Evil dan Silent Hill. Cerita game ini berpusat pada Agni, seorang penyelidik yang nekad memasuki sebuah desa terpencil bernama "Desa Purba" di Indonesia, meskipun telah melanggar perintah atasannya.
Produser Separuh Interactive, Ardhan Fadhlurrahman, menjelaskan bahwa meskipun game ini berakar dari budaya Indonesia, tim sengaja menghindari penggunaan hantu-hantu lokal untuk menciptakan pengalaman horor yang lebih universal, berfokus pada elemen kosmik dan psikologis. Strategi ini didorong oleh target pasar global, termasuk Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Meskipun mendapat sambutan yang sangat positif, Separuh Interactive menyatakan bahwa proses pengembangan game yang dimulai sejak akhir 2023 ini baru mencapai sekitar 30 hingga 35 persen. "Agni: Village of Calamity" direncanakan rilis pada tahun 2026 untuk platform PC via Steam, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta pengembangan game horor dunia.