Fundamental Kuat dan Prospektif, BRI Siapkan Buyback Saham Rp3 Triliun
BRI siap lanjutkan buyback saham hingga Rp3 triliun. Keputusan ini didukung fundamental kuat, kinerja laba solid, dan valuasi saham BBRI yang dinilai undervalue.
JAKARTA, JClarity – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menegaskan kembali langkah strategisnya untuk melaksanakan pembelian kembali saham atau *buyback* dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp3 triliun. Aksi korporasi ini didasari oleh optimisme perseroan terhadap fundamental yang kuat, prospek jangka panjang yang berkelanjutan, serta penilaian bahwa harga saham BBRI saat ini berada di posisi *undervalue*.
Rencana *buyback* saham BBRI telah memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada 24 Maret 2025. Proses pembelian kembali saham ini akan dilakukan secara bertahap atau sekaligus, melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, dengan batas waktu penyelesaian paling lambat 12 bulan sejak tanggal persetujuan RUPST. Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu, mengungkapkan bahwa perseroan masih memiliki sisa alokasi anggaran sekitar Rp2,5 triliun yang siap digunakan.
“Kami memperoleh *budget* kurang lebih sekitar Rp3 triliun, dan saat ini kami masih memiliki *budget* yang dapat kami pakai sesegera mungkin jika melihat situasi pergerakan BBRI. Saat ini memang kami melihat saham BBRI *undervalue*, kami mempertimbangkan untuk melakukan hal (*buyback*) tersebut,” ujar Viviana. Aksi korporasi ini juga merupakan bagian dari strategi untuk mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan, sekaligus sebagai upaya menjaga stabilitas dan memperkuat nilai saham perseroan di pasar modal.
Pandangan bahwa saham BBRI berada pada posisi *undervalue* diperkuat oleh data. Berdasarkan data Bloomberg per 31 Oktober 2025, sebanyak 81% dari total 37 analis merekomendasikan “beli” untuk saham BBRI, dengan target harga rata-rata 12 bulan ke depan sebesar Rp4.651 per saham. Selain itu, rasio *Price to Book Value* (PBV) BRI per 31 Oktober 2025 tercatat di level 1,80x, yang masih di bawah rata-rata PBV lima tahun terakhir, mengindikasikan adanya potensi kenaikan nilai yang signifikan.
Secara fundamental, kinerja keuangan BRI terus menunjukkan soliditas di tengah dinamika ekonomi. Hingga kuartal III tahun 2025, BRI Group mencatatkan laba bersih sebesar Rp41,2 triliun. Perseroan juga mencatat pertumbuhan penyaluran kredit yang konsisten. Hingga akhir kuartal I 2024, kredit tersalurkan mencapai Rp1.308,65 triliun, tumbuh 10,89% secara tahunan (*Year-on-Year/YoY*). Komitmen BRI pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga tetap tinggi, dengan porsi kredit UMKM mencapai lebih dari 83% dari total portofolio kredit, menjadikan BRI sebagai pemimpin pasar di segmen tersebut.