Fitur Baru, ChatGPT Kini Bisa Bikin Playlist Spotify dan Desain Canva.
ChatGPT kini bisa membuat playlist Spotify dan desain Canva langsung dari prompt, menandai pergeseran AI dari teks menjadi aksi nyata dan meningkatkan produktivitas.
Jakarta, JClarity – Integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam kehidupan sehari-hari semakin mendalam. Platform AI generatif terkemuka, ChatGPT, kini resmi meluncurkan kemampuan baru yang memungkinkan penggunanya untuk tidak hanya menghasilkan teks, tetapi juga mengambil tindakan nyata, seperti membuat daftar putar (playlist) di Spotify dan mendesain grafis melalui Canva. Fitur ini menegaskan posisi ChatGPT sebagai asisten digital yang multifungsi, mengubahnya dari sekadar mesin penjawab menjadi agen pelaksana tugas.
Kolaborasi dengan Spotify memungkinkan pengguna untuk memberikan perintah spesifik kepada ChatGPT, misalnya, "Buatkan saya playlist untuk bekerja yang fokus pada musik lo-fi instrumental." ChatGPT kemudian akan berinteraksi langsung dengan layanan Spotify untuk menyusun dan menyajikan tautan playlist yang siap didengarkan. Inovasi ini secara signifikan menghilangkan kebutuhan pengguna untuk beralih aplikasi dan mencari musik secara manual, menawarkan efisiensi waktu yang tinggi, terutama bagi mereka yang sering mengonsumsi musik berdasarkan suasana hati atau aktivitas tertentu.
Sementara itu, integrasi dengan Canva membawa kemampuan desain grafis ke ujung jari pengguna non-desainer maupun profesional. Dengan perintah sederhana, seperti "Rancang poster media sosial tentang peluncuran produk baru dengan warna biru dan gaya minimalis," ChatGPT akan menghasilkan serangkaian template desain yang relevan dan dapat disesuaikan langsung dari pustaka Canva. Pengguna kemudian dapat memilih template tersebut dan membukanya di editor Canva untuk penyesuaian lebih lanjut, mempercepat alur kerja konten visual yang sangat krusial di era digital saat ini.
Kemampuan baru ini merupakan bagian dari upaya OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, untuk memperluas ekosistem plugin atau fitur Actions yang memungkinkan model bahasa besar (LLM) untuk berinteraksi dengan layanan pihak ketiga. Langkah strategis ini secara fundamental mengubah peran ChatGPT. Dari sekadar mesin pemroses dan penjawab informasi, kini ChatGPT bertransformasi menjadi agent yang dapat menyelesaikan tugas digital secara end-to-end, membuka potensi besar bagi peningkatan produktivitas, baik personal maupun profesional.
Ketersediaan fitur Spotify dan Canva menandai babak baru dalam evolusi AI generatif, di mana interoperabilitas dan fungsi praktis menjadi fokus utama pengembangan teknologi. Diharapkan, integrasi serupa dengan platform-platform digital populer lainnya akan segera menyusul, semakin memperkuat dominasi ChatGPT dan mempercepat adopsi AI sebagai alat utama dalam pekerjaan dan kreasi digital global.