Saham

Ditutup Menguat! Sektor Barang Baku Pimpin Rally IHSG Akhir Pekan, Tembus Level 8.660

IHSG ditutup menguat 0,46% ke 8.660,49 pada akhir pekan (12/12/2025). Sektor Barang Baku pimpin reli dengan lonjakan 5,52%, didorong saham AMMN dan ANTM.

Jakarta · Friday, 12 December 2025 19:00 WITA · Dibaca: 31
Ditutup Menguat! Sektor Barang Baku Pimpin Rally IHSG Akhir Pekan, Tembus Level 8.660

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menutup perdagangan akhir pekan dengan catatan impresif, parkir di zona hijau dan menembus level psikologis baru. Pada penutupan perdagangan Jumat (12/12/2025), IHSG terapresiasi sebesar 0,46%, mengakhiri sesi di posisi 8.660,49. Kenaikan ini sekaligus menandai penguatan mingguan (week-to-date) sebesar 0,32%.

Aksi beli yang masif, terutama pada saham-saham di sektor barang baku, menjadi motor utama penggerak reli IHSG. Sektor Barang Baku (Basic Materials) melonjak tajam, mencatatkan kenaikan tertinggi di antara seluruh indeks sektoral dengan penguatan sebesar 5,52%. Kinerja sektor ini didukung oleh saham-saham emiten pertambangan dan mineral, dengan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat sebagai salah satu top gainers di kelompok 45 saham unggulan (LQ45).

Selain Barang Baku, lima indeks sektoral lainnya turut menopang laju IHSG. Sektor Energi mengekor dengan kenaikan 1,23%, disusul sektor Properti dan Real Estat yang menguat 1,02%. Sementara itu, total nilai transaksi perdagangan saham di BEI terbilang jumbo, mencapai Rp 29,59 triliun, melibatkan volume perdagangan sebanyak 51,52 miliar saham.

Meskipun ditutup menguat, data perdagangan menunjukkan adanya pergerakan yang tidak solid di mana jumlah saham yang melemah lebih banyak dari yang menguat, yakni 377 saham terkoreksi, 275 saham terapresiasi, dan 148 saham stagnan. Namun, bobot saham-saham big cap di sektor barang baku dan energi berhasil mengimbangi tekanan dari enam sektor lainnya yang ditutup melemah, termasuk sektor Teknologi yang terkoreksi paling dalam sebesar 2,20% dan sektor Keuangan sebesar 0,40%.

Para analis pasar modal menilai, lonjakan IHSG menjelang penutupan tahun dipengaruhi sentimen positif dari data ekonomi domestik dan harapan akan meredanya tekanan inflasi global. Kenaikan signifikan di sektor barang baku mencerminkan optimisme investor terhadap prospek harga komoditas global serta outlook positif emiten terkait mineral dan pertambangan di Indonesia.

Login IG