Ditopang Grup Djarum, Saham Ini Bisa ke Rp 8.000.
Saham PT Remala Abadi Tbk (DATA), emiten Grup Djarum, diproyeksikan analis bisa menuju level Rp 8.350 didukung akuisisi strategis oleh PT Iforte Solusi Infotek (TOWR).
JAKARTA, JClarity – Prospek saham emiten sektor telekomunikasi, PT Remala Abadi Tbk (DATA), kembali menjadi sorotan tajam pelaku pasar setelah analisis teknikal terbaru memproyeksikan potensi kenaikan harga hingga menembus level Rp 8.000. Optimisme ini ditopang oleh fundamental bisnis yang semakin solid pasca masuknya Grup Djarum sebagai pemegang saham mayoritas melalui anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Analis dari GaleriSaham, pada Senin (3/11/2025), mengungkapkan bahwa saham DATA telah menunjukkan sinyal konsolidasi sehat, bahkan berhasil menguji level resisten fraktalnya di 5.600. "Jika level ini berhasil ditembus dan bertahan di atasnya, ada tendensi saham ini untuk bergerak naik lebih tinggi menuju 8.350 dengan minor target di 6.675," ulas GaleriSaham, seraya menambahkan bahwa support yang terus naik menunjukkan adanya dominasi buyer di saham ini. Analisis tersebut merekomendasikan buy if breakout resisten 5.600, dengan stoploss if break below support 5.025.
Katalis utama di balik penguatan dan prospek cerah DATA adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh konglomerasi milik Hartono Bersaudara, Grup Djarum. Akuisisi signifikan terjadi ketika PT Iforte Solusi Infotek, anak usaha dari TOWR, merampungkan pembelian 40% saham DATA pada 30 April 2025. Langkah strategis ini memperkuat posisi DATA di sektor infrastruktur telekomunikasi dan memberikan keyakinan pasar yang besar, tercermin dari lonjakan harga saham DATA yang terbang 658% sejak awal tahun (year-to-date) hingga November 2025.
Secara fundamental, PT Remala Abadi Tbk (DATA) juga membukukan kinerja yang positif. Perseroan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp 64,72 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, meningkat signifikan dibandingkan laba bersih sebesar Rp 52,25 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan dukungan likuiditas dan jaringan bisnis Grup Djarum, yang terkenal dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan TOWR, sinergi bisnis diyakini akan menjadi pendorong utama kinerja pendapatan dan laba di masa mendatang, sehingga validasi target harga yang ambisius menjadi semakin realistis.