Saham

Dibuang Investor Ritel, 10 Saham Ini Malah Langsung Terbang: UNVR-HMSP.

UNVR, HMSP, dan 8 saham blue chip lain melonjak tinggi setelah dibuang investor ritel, diborong asing. Ini sinyal rotasi ke saham defensif & value.

Jakarta · Wednesday, 19 November 2025 07:00 WITA · Dibaca: 22
Dibuang Investor Ritel, 10 Saham Ini Malah Langsung Terbang: UNVR-HMSP.

JAKARTA, JClarity – Fenomena 'jual rugi' yang dilakukan investor ritel di pasar modal kembali terulang, menciptakan ironi di mana saham-saham yang baru saja dilepas justru langsung melonjak tinggi, diborong oleh investor institusi dan asing. Tren ini paling nyata terlihat pada 10 saham berkapitalisasi besar (big caps), dengan emiten konsumer defensif seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP) memimpin reli harga tersebut.

Aksi jual oleh investor domestik, khususnya ritel, terpantau masif terjadi sejak pertengahan tahun 2024 hingga awal paruh kedua 2025. Penjualan ini didorong oleh sentimen negatif jangka pendek, terutama terkait tekanan kinerja perusahaan konsumer yang sempat melambat dan ketidakpastian daya beli pasca-pemilu. Investor ritel, yang cenderung mencari imbal hasil cepat (quick win), memilih beralih ke sektor lain seperti teknologi atau komoditas, meninggalkan saham-saham blue chip yang dianggap 'tidur'.

Sebaliknya, pergerakan ini justru dimanfaatkan oleh 'uang cerdas' (smart money), yaitu investor asing dan institusi domestik. Mereka melihat valuasi saham-saham blue chip telah mencapai titik diskon yang sangat menarik, terutama setelah laporan keuangan Kuartal III 2025 menunjukkan adanya sinyal pemulihan dan efisiensi operasional yang membaik. Kenaikan harga saham di sektor consumer goods belakangan ini sejalan dengan performa kinerja keuangan yang dianggap ciamik, bahkan sebagian masih memiliki valuasi yang tergolong murah.

Khusus UNVR, lonjakan harga sahamnya pada akhir Oktober 2025 disokong oleh strategi tiga pilar yang agresif sepanjang tahun 2025: penguatan kategori produk, pengembangan kanal distribusi, dan efisiensi biaya yang ketat. Inovasi pada lebih dari 85% merek utama UNVR telah menunjukkan kontribusi positif terhadap total penjualan perusahaan, memberikan dasar fundamental yang kuat bagi apresiasi harga saham.

Rotasi sektor yang terjadi di paruh kedua tahun 2025, yang diprediksi mengarah ke sektor yang masih tertinggal seperti konsumer dan perbankan, semakin memperkuat daya tarik saham-saham ini. Total 10 saham yang dicatat mengalami lonjakan signifikan setelah aksi jual ritel dalam beberapa bulan terakhir mencakup: **PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP), PT Astra International Tbk (ASII), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)**. Mayoritas saham-saham ini tercatat menjadi target beli bersih (net buy) investor asing yang kompak mengakumulasi saham di tengah volatilitas pasar pada Oktober 2025.

Analis dari beberapa sekuritas menilai bahwa lonjakan ini merupakan fase re-rating, di mana pasar kembali menghargai fundamental kuat dari perusahaan-perusahaan raksasa ini setelah harganya tertekan berlebihan. Investor ritel disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan aksi jual pada saham-saham berkualitas hanya karena sentimen jangka pendek, melainkan melihat prospek jangka panjang dan mengikuti tren rotasi modal yang dilakukan oleh investor institusi besar.

Login IG