Diam-Diam Asing Serok 10 Saham Ini Ketika IHSG Anjlok: Sektor Teknologi dan Perbankan Jadi Sasaran.
Investor asing diam-diam beli bersih (net buy) 10 saham ketika IHSG anjlok. Sektor Perbankan Big Four dan Teknologi (GOTO, TLKM) jadi sasaran utama.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat pergerakan yang fluktuatif, bahkan cenderung melemah, dalam periode perdagangan terbaru, dipicu oleh sentimen global dan tekanan inflasi domestik yang berkelanjutan. Namun, di tengah tekanan jual yang signifikan dan koreksi tajam IHSG, investor asing atau non-residen justru terekam melakukan aksi 'serok' atau beli bersih (net buy) secara masif terhadap saham-saham pilihan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data dari pasar modal menunjukkan bahwa selama periode penurunan indeks, investor asing mencatat total beli bersih yang substansial, mencapai angka triliunan rupiah. Aksi ini menunjukkan adanya strategi *bargain hunting*—berburu saham murah—oleh investor global yang melihat koreksi harga sebagai peluang untuk mengakumulasi aset berkualitas dengan valuasi yang lebih menarik. Sasaran utama akumulasi ini terfokus pada dua sektor fundamental: Teknologi dan Perbankan, yang dianggap memiliki prospek jangka panjang yang kuat di tengah kondisi ekonomi makro yang stabil.
Setidaknya 10 saham menjadi target utama aksi borong ini. Di sektor Perbankan, fokus investor asing tetap pada saham-saham unggulan dengan kapitalisasi pasar besar (Big Cap) atau yang sering disebut *Big Four Banks*. Saham-saham tersebut meliputi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). Keempat bank ini secara konsisten menjadi penopang utama IHSG dan dinilai memiliki fundamental yang kokoh, dengan rasio profitabilitas yang baik dan kualitas aset yang terjaga.
Sementara itu, di sektor Teknologi dan telekomunikasi, investor asing juga menunjukkan minat yang tinggi. Saham teknologi besar seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turut mendominasi daftar pembelian bersih. Selain itu, saham perbankan digital yang terkait erat dengan ekosistem teknologi, seperti PT Bank Jago Tbk. (ARTO), juga menjadi incaran. Daftar lengkap 10 saham yang paling banyak diakumulasi oleh investor asing pada periode anjloknya IHSG ini meliputi: BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, GOTO, ARTO, serta beberapa nama lain dari sektor konsumer dan sumber daya seperti UNVR, ASII, dan MDKA.
Analis pasar modal melihat fenomena ini sebagai sinyal positif akan kepercayaan investor non-residen terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Meskipun terjadi gejolak pasar jangka pendek akibat sentimen global, investor asing cenderung fokus pada laporan keuangan emiten yang solid dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Aksi beli ini diharapkan dapat memberikan lantai (support) bagi pergerakan IHSG ke depan, meredam tekanan jual domestik, dan mendorong potensi *rebound* indeks.