Teknologi

**Deepfake Kian Meresahkan: Google Kenalkan Fitur 'Watermark Tak Terlihat' untuk Konten Generatif AI**

Google kenalkan SynthID, teknologi 'watermark tak terlihat' yang ditanamkan langsung ke piksel konten generatif AI (gambar, video, teks). Upaya melawan deepfake dan misinformasi.

Jakarta · Friday, 31 October 2025 04:00 WITA · Dibaca: 36
**Deepfake Kian Meresahkan: Google Kenalkan Fitur 'Watermark Tak Terlihat' untuk Konten Generatif AI**

JAKARTA, JClarity – Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penyebaran konten manipulatif yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI), atau yang dikenal sebagai deepfake, Google meluncurkan solusi inovatif yang bertujuan mengembalikan kepercayaan digital. Google DeepMind baru-baru ini memperkenalkan teknologi watermark tak terlihat yang diberi nama SynthID, sebuah sistem yang secara otomatis menyematkan tanda pengenal digital ke dalam konten generatif AI.

Teknologi SynthID dirancang untuk mengatasi kelemahan mendasar dari watermark tradisional, yang seringkali mudah dihilangkan atau diedit. Alih-alih menambahkan logo yang terlihat, SynthID bekerja dengan menyematkan tanda air digital yang unik dan tahan banting langsung ke dalam piksel atau kerangka media, sehingga tidak terlihat oleh mata manusia namun dapat dideteksi oleh alat pemindai khusus. Teknik ini memastikan bahwa tanda pengenal tersebut tetap ada meskipun konten telah mengalami modifikasi digital seperti pemotongan (cropping), kompresi, penyesuaian warna, atau penyaringan.

Awalnya, SynthID dikembangkan untuk menandai gambar yang dibuat oleh model teks-ke-gambar Google, Imagen, melalui platform Vertex AI. Namun, seiring dengan evolusi ancaman deepfake, Google telah memperluas cakupan penerapannya secara signifikan. Saat ini, SynthID telah diintegrasikan untuk menandai berbagai bentuk konten generatif, termasuk teks yang dihasilkan oleh Gemini, video dari model Veo, audio dari Lyria, bahkan gambar yang dimanipulasi menggunakan fitur Magic Editor di Google Photos.

Untuk memfasilitasi transparansi yang lebih luas, Google juga telah meluncurkan SynthID Detector Portal. Portal daring ini memungkinkan pengguna umum untuk mengunggah berkas dan memindai keberadaan watermark SynthID. Sistem deteksi memberikan pembacaan dengan tiga tingkat kepastian, yaitu 'terdeteksi', 'tidak terdeteksi', atau 'kemungkinan terdeteksi', membantu pengguna dan organisasi membedakan antara karya asli dan media sintetis.

Langkah strategis Google ini mencerminkan komitmen perusahaan teknologi raksasa tersebut dalam menanggapi masalah misinformasi yang terus memburuk akibat kemajuan AI generatif. Meskipun para ahli mengakui bahwa SynthID bukanlah solusi tuntas yang kebal terhadap semua manipulasi, teknologi ini dinilai sebagai langkah maju yang krusial dalam upaya global untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih transparan dan dapat diverifikasi, sekaligus melindungi hak cipta dan melawan penyebaran berita palsu.

Login IG