Data Krusial Bayangi IHSG, Fokus pada 6 Saham Pilihan Analis Hari Ini.
IHSG dibayangi aksi jual asing dan data global krusial (PMI China & The Fed). Analis fokus pada 6 saham pilihan BUMI, BKSL, BBYB, INET, CUAN, RATU untuk trading.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menghadapi sentimen yang beragam pada perdagangan awal pekan ini, Senin (1/12/2025), seiring dengan rilisnya sejumlah data krusial dan berlanjutnya aksi jual bersih investor asing. Setelah sempat terkoreksi 0,43% ke level 8.508,71 pada penutupan pekan lalu, fokus investor kini beralih pada kemampuan indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mempertahankan level psikologis kunci di tengah tekanan global dan domestik.
Tekanan utama masih datang dari berlanjutnya arus keluar dana investor asing (net sell), yang pada akhir pekan lalu tercatat mencapai Rp912,51 miliar, terutama menargetkan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar atau big caps seperti BBRI dan BBCA. Meskipun demikian, secara teknikal, koreksi yang terjadi dinilai sebagai fase konsolidasi sehat setelah IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di bulan November.
Dari kancah global, pelaku pasar mencermati dengan saksama data Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur China yang dijadwalkan rilis pada hari Minggu (30/11), serta tekanan dari penurunan laba industri China yang mengindikasikan prospek pendapatan yang suram. Di sisi lain, bursa Amerika Serikat memberikan sentimen positif setelah pelaku pasar meningkatkan spekulasi terkait potensi pemangkasan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin pada Desember 2025.
Analis Teknikal MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support di 8.491-8.428 dan level resistance di 8.616-8.660 untuk perdagangan Senin (1/12/2025). Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menambahkan bahwa peluang rebound masih kuat selama IHSG mampu bertahan di atas level support baru 8.500, dengan perkiraan rentang pergerakan 8.500-8.600.
Dalam menghadapi volatilitas ini, investor disarankan untuk fokus pada enam saham pilihan analis yang diperkirakan memiliki potensi pergerakan menarik. Berdasarkan riset yang diterbitkan oleh BNI Sekuritas menjelang akhir pekan, enam saham yang patut dicermati untuk strategi trading jangka pendek meliputi: **BUMI**, **BKSL**, **BBYB**, **INET**, **CUAN**, dan **RATU**. Saham-saham ini menawarkan potensi penguatan seiring dengan adanya rotasi sektoral menuju saham-saham new blue chips konglomerasi, meskipun sektor perbankan besar masih dibayangi tekanan jual asing.
Keputusan investasi harus tetap didasarkan pada analisis yang mendalam, mempertimbangkan kondisi teknikal dan fundamental, serta mengelola risiko, terutama dengan adanya tekanan jual yang berkelanjutan dari investor asing di pasar domestik. Para investor disarankan untuk menerapkan strategi buy on weakness pada saham-saham yang direkomendasikan jika terjadi koreksi.