Saham

Dana Asing Jumbo Rp1,31 Triliun Masuk RI, 10 Saham Ini Jadi Buruan

Investor asing mencatatkan net buy Rp1,31 triliun, mendorong IHSG cetak ATH pada 5 November 2025. Saham BBCA, BRMS, dan TLKM menjadi incaran utama dana jumbo ini.

Jakarta, 6 November 2025 · Friday, 07 November 2025 01:00 WITA · Dibaca: 35
Dana Asing Jumbo Rp1,31 Triliun Masuk RI, 10 Saham Ini Jadi Buruan

JAKARTA, JClarity – Arus modal asing kembali menunjukkan taringnya di pasar saham domestik. Pada perdagangan Rabu (5/11/2025), investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih atau net buy jumbo senilai total Rp1,31 triliun di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Masifnya dana masuk ini turut menjadi katalis utama yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor penutupan tertinggi baru atau All Time High (ATH) di level 8.318,52.

Volume transaksi perdagangan juga terbilang ramai, mencapai Rp18,51 triliun, melibatkan perputaran hingga 35,26 miliar lembar saham. Dari total pembelian bersih tersebut, investor asing mengonsentrasikan pembelian di pasar reguler sebesar Rp1,23 triliun, sementara sisanya di pasar negosiasi dan tunai. Penguatan IHSG sebesar 0,93% pada hari tersebut menandakan tingginya optimisme dan kepercayaan investor global terhadap prospek pasar modal Indonesia.

Aksi borong asing tersebut secara jelas mengarah pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big cap), terutama dari sektor perbankan dan sumber daya. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target utama, mencatatkan net buy terbesar mencapai sekitar Rp321,15 miliar hingga Rp335,1 miliar. Diikuti oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan pembelian bersih sekitar Rp240,64 miliar hingga Rp249 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang diborong senilai Rp219,3 miliar hingga Rp224,7 miliar.

Berikut adalah rincian 10 saham yang paling banyak diburu investor asing (net foreign buy) pada perdagangan Rabu (5/11/2025):

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp321,15 Miliar
  2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): Rp240,64 Miliar
  3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp219,30 Miliar
  4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp144,30 Miliar
  5. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN): Rp108,68 Miliar
  6. PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp94,17 Miliar
  7. PT Astra International Tbk (ASII): Rp73,90 Miliar
  8. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Rp64,90 Miliar
  9. PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp57,46 Miliar
  10. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Rp51,47 Miliar

Masuknya dana asing yang masif ini tidak terlepas dari sentimen positif domestik. Analis mencatat, arus modal asing terpicu oleh rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III/2025 yang tumbuh 5,04% secara tahunan, mengindikasikan ketahanan ekonomi nasional. Selain itu, ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) juga menambah daya tarik investasi di pasar saham Indonesia, terutama pada saham-saham blue chip di sektor keuangan, energi, dan konsumer.

Login IG