Teknologi

China Buat Pabrik Satelit Super, Siap Tandingi Starlink Elon Musk.

Tiongkok meluncurkan pabrik super satelit di Hainan dengan kapasitas 1.000 unit/tahun untuk menantang dominasi Starlink Elon Musk dalam perlombaan konstelasi LEO.

Jakarta · Sunday, 14 December 2025 18:00 WITA · Dibaca: 35
China Buat Pabrik Satelit Super, Siap Tandingi Starlink Elon Musk.

JAKARTA, JClarity – Tiongkok secara resmi meluncurkan fasilitas manufaktur canggih yang dijuluki “pabrik super satelit” dengan target ambisius memproduksi 1.000 unit satelit per tahun. Langkah strategis ini menandai akselerasi Beijing dalam perlombaan membangun konstelasi orbit Bumi rendah (LEO) yang masif, dengan tujuan utama menantang dominasi jaringan internet Starlink milik perusahaan antariksa swasta Amerika Serikat, SpaceX.

Fasilitas manufaktur mutakhir tersebut berlokasi di dalam pusat peluncuran antariksa Wenchang di provinsi Hainan, Tiongkok bagian selatan. Menurut kantor berita negara, Xinhua, pabrik ini dirancang dengan sistem terintegrasi yang menggabungkan proses perakitan, pengujian, hingga pemasangan satelit ke roket dalam satu alur kerja yang efisien, menjadikannya satu-satunya basis terintegrasi sejenis di Tiongkok dan pusat manufaktur satelit terbesar di Asia.

Keunggulan utama pabrik super ini terletak pada kecepatan jalur produksinya yang dramatis. Berkat kedekatannya dengan lokasi peluncuran komersial Wenchang dan Hainan, satelit dapat berpindah dari perakitan akhir ke landasan peluncuran hanya dalam hitungan jam, bukan hari. Efisiensi ini diperkirakan dapat memangkas biaya produksi secara signifikan, sebuah faktor penting untuk mewujudkan konstelasi LEO skala besar yang mampu memberikan layanan internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah secara global.

Pabrik di Wenchang ini diproyeksikan menjadi tulang punggung bagi proyek-proyek mega-konstelasi LEO Tiongkok. Pemerintah Tiongkok diketahui telah mencanangkan dua proyek utama: Guowang (Jaringan Nasional) dengan target 13.000 satelit, dan Qianfan (Seribu Layar) atau Spacesail dengan rencana peluncuran hingga 15.000 satelit pada tahun 2030, yang telah memulai peluncuran tahap awal. Ambisi ini mencerminkan tekad Beijing untuk mengejar ketertinggalan dalam sektor konektivitas antariksa.

Meskipun memiliki kapasitas produksi tahunan yang mendekati Starlink (yang mampu memproduksi sekitar 1.500 satelit per tahun), para analis mencatat bahwa Tiongkok masih menghadapi tantangan besar untuk menandingi SpaceX. SpaceX memiliki keunggulan sebagai pelopor, telah mengerahkan lebih dari 6.000 satelit Starlink dan menyelesaikan 146 misi peluncuran pada tahun 2025, jauh melampaui 80 kali peluncuran yang dicapai Tiongkok di tahun yang sama.

“Bahkan saat Tiongkok mempercepat kemampuan manufaktur dan peluncurannya, skala dan kepadatan penyebaran Starlink yang sangat besar memberikan AS keuntungan sebagai pelopor di orbit Bumi rendah,” ujar Zhou Chao, seorang peneliti di lembaga kebijakan publik Anbound. Kompetisi ini bukan hanya tentang internet, tetapi juga mengenai kedaulatan data dan implikasi strategis-militer, menjadikan perlombaan di orbit LEO semakin memanas di kancah global.

Login IG