China Berhasil Bikin Chip AI Analog 1.000x Lebih Kencang dari Nvidia dan AMD
Cip AI analog Tiongkok yang dikembangkan oleh peneliti Universitas Peking diklaim 1.000x lebih cepat dan 100x lebih efisien energi dari GPU Nvidia/AMD, berpotensi ubah industri AI.
Jakarta, JClarity – Lanskap komputasi kecerdasan buatan (AI) global diguncang oleh terobosan monumental dari Tiongkok. Para ilmuwan di negara tersebut dilaporkan berhasil mengembangkan sebuah cip AI analog revolusioner yang diklaim memiliki kinerja hingga 1.000 kali lebih cepat dan 100 kali lebih efisien energi dibandingkan unit pemroses grafis (GPU) digital kelas atas saat ini, termasuk yang diproduksi oleh raksasa teknologi seperti Nvidia dan AMD.
Inovasi ini, yang dipimpin oleh tim peneliti dari Universitas Peking, dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Nature Electronics pada Oktober 2025 dan menandai lompatan besar dalam mengatasi keterbatasan komputasi digital konvensional. Cip analog yang baru ini memproses informasi melalui arus listrik kontinu dalam rangkaian fisiknya, berbeda dengan cip digital yang mengandalkan sistem biner (0 dan 1). Kemampuan pemrosesan langsung ini memungkinkan komputasi dilakukan secara instan dan paralel, secara efektif mengatasi von Neumann bottleneck, yaitu hambatan transfer data antara memori dan prosesor yang menjadi kendala utama pada sistem digital.
Selama ini, komputasi analog kerap terhambat oleh masalah akurasi. Namun, desain inovatif dari Tiongkok berhasil menanggulangi masalah tersebut. Cip ini menggunakan larik memori resistif akses acak (RRAM) untuk menyimpan dan memproses data, serta mampu mencapai tingkat presisi yang setara dengan prosesor digital standar (24-bit fixed-point atau 32-bit prosesor digital konvensional). Dalam pengujian yang spesifik, seperti tugas perhitungan matriks Multiple-Input Multiple-Output (MIMO) yang umum digunakan dalam sistem nirkabel, cip ini menunjukkan peningkatan throughput hingga 1.000 kali lipat dan konsumsi energi yang hanya sekitar 1% dari GPU digital tercanggih.
Para ahli menilai terobosan ini sangat relevan dengan tantangan teknologi masa depan. Dengan semakin besarnya model AI dan volume data, kebutuhan akan perangkat keras yang ultra-efisien dan berkinerja tinggi menjadi sangat mendesak. Cip analog ini menawarkan solusi yang ideal, tidak hanya untuk beban kerja AI yang masif, tetapi juga untuk mendukung pengembangan jaringan komunikasi generasi keenam (6G) dan komputasi di perangkat edge.
Meskipun inovasi ini dibangun menggunakan teknik manufaktur yang dianggap layak secara komersial, belum ada informasi resmi mengenai jadwal produksi massal atau rencana implementasi industri. Jika cip analog Tiongkok ini berhasil dikomersialkan dan diadopsi secara luas, dominasi Nvidia dan AMD yang saat ini memimpin pasar GPU AI global berpotensi tergantikan, menandai potensi perubahan drastis dalam peta kekuatan industri semikonduktor dan komputasi global.