BMRI Bertabur Dana Asing, Target Harga Baru.
Saham BMRI diborong investor asing hingga Rp 1,45 T dalam sepekan, memicu analis merevisi target harga baru BMRI ke level Rp 5.600 di tengah fundamental solid.
JAKARTA, JClarity – Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menjadi primadona di kalangan investor asing, mencatatkan aksi beli bersih (net buy) yang signifikan dalam sepekan terakhir. Aliran modal asing yang deras ini memicu pembaruan target harga oleh sejumlah analis, menyoroti valuasi saham BMRI yang dinilai masih prospektif di tengah fundamental perseroan yang solid.
Berdasarkan data perdagangan, investor asing tercatat membukukan net buy pada saham BMRI sebesar Rp 1,45 triliun di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode sepekan, yang berakhir pada Minggu (23/11/2025). Konsistensi pembelian oleh investor institusi asing menjadi sinyal kuat akan adanya kepercayaan terhadap prospek jangka panjang bank pelat merah dengan aset terbesar ini, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara tahun berjalan masih menghadapi tekanan jual bersih secara keseluruhan.
Masuknya dana segar ini segera direspons oleh lembaga riset sekuritas dengan merevisi proyeksi harga saham BMRI. CGS International Sekuritas, misalnya, mempertahankan rekomendasi “Add” (Tambah) untuk saham BMRI dengan menetapkan target harga baru yang cukup ambisius di level Rp 5.600 per saham. Sementara itu, analis pasar lain seperti dari Edvisor Profina Visindo merekomendasikan target harga di kisaran Rp 5.000 per saham. Target harga untuk kepentingan trading harian juga mencerminkan optimisme, dengan level ambil untung (profit taking) diproyeksikan mencapai Rp 5.000 hingga Rp 5.200.
Optimisme ini didasari oleh beberapa faktor fundamental. Meskipun BMRI mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 24,5 triliun pada semester I-2025, yang berada di bawah ekspektasi konsensus analis karena adanya penyesuaian operasional satu kali (one-off adjustment), manajemen Bank Mandiri telah mengambil langkah strategis. Manajemen merevisi target pertumbuhan kredit tahunan menjadi 8-10% dari sebelumnya 10-12%, dengan fokus pada kualitas aset dan memperkuat Dana Pihak Ketiga (DPK) terutama dana murah (CASA) untuk menekan biaya dana (Cost of Fund/CoF).
Kualitas aset BMRI dinilai masih terjaga baik, dengan rasio biaya kredit (cost of credit/CoC) yang diturunkan, serta rasio pinjaman bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) yang tetap berada pada level aman, didukung oleh cakupan NPL (NPL coverage) yang tinggi. Analisis valuasi juga menunjukkan saham BMRI diperdagangkan pada diskon yang menarik, menjadi salah satu alasan utama bagi investor asing untuk mengakumulasi saham tersebut, menjadikannya peluang investasi yang menarik di tengah tren pemulihan pasar.