Berkshire Ungkap Banyak Warren Buffett Palsu Buatan AI, Jangan Tertipu.
Berkshire Hathaway memperingatkan investor soal maraknya deepfake AI Warren Buffett yang mempromosikan penipuan investasi. Kenali modus dan jangan tertipu.
JAKARTA, JClarity – Raksasa investasi global, Berkshire Hathaway Inc., telah mengeluarkan peringatan keras dan berulang mengenai maraknya video palsu atau deepfake yang dihasilkan oleh Kecerdasan Buatan (AI) yang meniru pendiri dan CEO-nya, Warren Buffett. Perusahaan menegaskan bahwa konten-konten tersebut adalah penipuan yang berpotensi menyesatkan publik dan investor di seluruh dunia.
Kekhawatiran utama muncul setelah investor legendaris yang dijuluki "Oracle of Omaha" tersebut mengakui dirinya menyaksikan sendiri salah satu video palsu yang sangat meyakinkan. Pada pertemuan tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway di Omaha, Mei 2024, Buffett mengungkapkan bahwa video yang dibuat dengan AI itu begitu mirip—dengan wajah dan suaranya—sehingga ia "bisa membayangkan video itu menipunya untuk mengirim uang ke luar negeri." Ia bahkan memperingatkan bahwa penipuan yang menggunakan teknologi AI dapat menjadi "industri dengan pertumbuhan terbesar sepanjang masa."
Berkshire Hathaway baru-baru ini memperkuat peringatannya melalui siaran pers resmi berjudul "It's Not Me," menyusul beredarnya sejumlah video di platform seperti YouTube yang menampilkan sosok Buffett hasil gambar AI, lengkap dengan saran investasi palsu. Video-video ini sering menjanjikan imbal hasil tinggi atau tips investasi 'eksklusif', memanfaatkan kredibilitas Buffett untuk menarik korban. Perusahaan secara tegas menyatakan bahwa Buffett tidak pernah dan tidak akan mendukung produk investasi tertentu, mata uang kripto, atau kandidat politik.
Fenomena ini menyoroti risiko besar dari kemajuan teknologi AI generatif, di mana teknologi voice-cloning dan facial-cloning digunakan untuk tujuan kriminal. Buffett menyamakan perkembangan AI dengan "melepaskan jin dari botol" ('genie out of a bottle'), menyoroti potensi besar AI untuk kebaikan, namun juga "potensi kerugian yang sangat besar" yang tidak terduga. Data keamanan siber global juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, dengan kerugian finansial akibat penipuan terkait AI meningkat signifikan dalam setahun terakhir.
Peringatan dari Berkshire Hathaway ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada. Publik diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui saluran resmi perusahaan dan curiga terhadap segala tawaran investasi yang tidak diminta, terutama yang menggunakan identitas tokoh publik terkenal.