Saham

Astra (ASII) Bakal Buyback Saham Rp 2 T Saat Laba Susut 4,29% Jadi Rp 24,74 T

Astra International (ASII) menyiapkan dana maksimal Rp 2 T untuk buyback saham di tengah laba bersih kuartal III 2025 yang susut 4,29% menjadi Rp 24,74 T.

JAKARTA · Saturday, 01 November 2025 01:00 WITA · Dibaca: 46
Astra (ASII) Bakal Buyback Saham Rp 2 T Saat Laba Susut 4,29% Jadi Rp 24,74 T

JAKARTA, JClarity – PT Astra International Tbk (ASII), raksasa otomotif dan konglomerasi di Indonesia, berencana melaksanakan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) dengan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp 2 triliun. Rencana ini muncul di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, sekaligus menyikapi kinerja keuangan perusahaan yang menunjukkan penurunan laba bersih pada kuartal ketiga.

Aksi buyback saham ini akan dilakukan mulai tanggal 3 November 2025 hingga 30 Januari 2026. Manajemen ASII memastikan bahwa sumber pendanaan untuk rencana ini berasal dari kas internal perusahaan dan tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha perseroan. Jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan, dengan porsi publik atau free float tetap terjaga minimal 7,5%.

Pengumuman buyback saham ini dirilis sejalan dengan laporan keuangan Astra untuk periode sembilan bulan pertama tahun 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 24,74 triliun hingga kuartal III-2025, menurun sebesar 4,29% dibandingkan capaian laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 25,85 triliun. Penurunan laba bersih ini menjadi salah satu faktor yang direspons perseroan melalui aksi korporasi ini.

Faktor utama di balik penyusutan laba bersih tersebut adalah penurunan pendapatan bersih ASII, yang tercatat sebesar Rp 243,60 triliun, turun tipis dibandingkan Rp 246,32 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy). Menurut manajemen, melemahnya pendapatan ini salah satunya disebabkan oleh kinerja segmen usaha otomotif. Meskipun demikian, aksi buyback ini diperkirakan dapat memberikan dampak positif dengan meningkatkan laba per saham (EPS) perseroan, di tengah upaya Astra untuk mempertahankan posisi keuangan yang kuat dan memanfaatkan peluang pertumbuhan jangka panjang.

Login IG