Saham

Asing Serbu Pasar Saham RI, IHSG Cetak Rekor Baru

IHSG cetak rekor tertinggi baru di 8.337,06, didorong net buy investor asing triliunan rupiah. Sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi dan rebalancing MSCI.

Jakarta · Friday, 07 November 2025 09:00 WITA · Dibaca: 36
Asing Serbu Pasar Saham RI, IHSG Cetak Rekor Baru

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan sejarah baru. Pada penutupan perdagangan Kamis (6/11/2025), IHSG resmi menembus rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) baru di level 8.337,06, menguat 0,22% dari posisi sebelumnya. Peningkatan impresif ini didorong oleh derasnya arus modal asing (foreign inflow) yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Aksi beli bersih (net buy) investor asing menjadi motor utama lonjakan IHSG. Berdasarkan data perdagangan pada hari sebelumnya (Rabu, 5/11/2025), investor asing tercatat membukukan net buy signifikan senilai sekitar Rp 1,31 triliun. Dorongan beli ini berlanjut pada sesi-sesi berikutnya, menunjukkan sentimen pasar yang sangat positif. Total nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia juga tercatat ramai, mencapai sekitar Rp 18,32 triliun.

Level rekor penutupan 8.337,06 tersebut melengkapi level tertinggi harian (intraday high) yang sempat disentuh di level 8.362,91 pada sesi pembukaan perdagangan. Kenaikan IHSG yang meyakinkan ini merupakan efek langsung dari melesatnya sejumlah saham berkapitalisasi besar (Big Caps) dan emiten konglomerat. Sektor-sektor utama yang menjadi penopang kenaikan termasuk industri, energi, dan transportasi, dengan saham seperti DSSA, Barito Renewables Energy (BREN), dan Astra Internasional (ASII) memimpin penguatan.

Analis pasar modal menilai lonjakan ini didorong oleh dua sentimen utama. Pertama, respons positif investor terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Kuartal III 2025 yang melampaui ekspektasi, mencapai 5,04%. Kedua, adanya antisipasi pelaku pasar terkait pengumuman rebalancing indeks MSCI, yang diperkirakan akan menarik tambahan dana masuk ke pasar saham domestik. Kombinasi fundamental ekonomi yang kuat dan faktor teknikal bursa ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi pasar modal yang paling menarik di kawasan.

Meskipun demikian, dengan pencapaian rekor tertinggi ini, para analis juga mewanti-wanti potensi terjadinya aksi ambil untung (profit taking) dalam jangka pendek. Investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan saham-saham unggulan dan perkembangan sentimen global, terutama pasca euforia penetapan rekor baru. Namun, secara keseluruhan, optimisme jangka menengah terhadap pasar saham Indonesia tetap tinggi, didukung oleh stabilitas makroekonomi dan reformasi struktural yang berkelanjutan.

Login IG