Asing Net Buy Rp 2,9 T: Borong Saham BUMI dan BRMS, Jual BRPT dan BBCA
Investor asing membukukan net buy Rp 2,9 triliun di IHSG, fokus memborong saham BUMI dan BRMS, sementara melepas BRPT dan BBCA.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari Rabu (12/11/2025) dengan sentimen positif yang kuat, didorong oleh derasnya aliran modal asing. Investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih (net buy) yang masif, mencapai Rp 2,9 triliun di seluruh pasar.
Pergerakan dana asing ini menjadi sinyal kepercayaan yang tinggi terhadap prospek pasar modal Indonesia, terutama pada saham-saham yang berkaitan dengan komoditas. Aksi borong saham paling dominan terfokus pada emiten-emiten sektor energi dan pertambangan.
Dua saham yang paling banyak diburu oleh investor global adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Kedua saham tersebut menjadi top net buy asing, mengindikasikan spekulasi atau keyakinan pada kenaikan harga komoditas batu bara dan mineral di pasar global. Kenaikan harga komoditas energi dan logam dasar belakangan ini ditengarai menjadi pendorong utama rotasi dana menuju sektor ini.
Sementara itu, di sisi penjualan, dana asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) signifikan pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan saham perbankan kapitalisasi besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Aksi jual pada BBCA, meskipun masih menjadi primadona, seringkali diinterpretasikan sebagai profit taking atau rotasi dana keluar dari sektor perbankan yang telah reli cukup panjang, menuju ke sektor yang sedang tertinggal (lagging sector).
Analis pasar modal melihat bahwa derasnya net buy asing ini berpotensi menjaga momentum penguatan IHSG dalam jangka pendek. Namun, para investor diimbau untuk tetap mencermati faktor-faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global dan fluktuasi harga komoditas untuk menentukan strategi investasi yang tepat di tengah tren rotasi sektoral yang sedang berlangsung.