Saham

Asing Net Buy Rp 1 Triliun: Borong Saham BBRI, BMRI, BBCA, Lepas PTRO dan BRMS

Asing kembali mencatat net buy signifikan Rp 1 triliun di IHSG. Saham bank raksasa seperti BBRI, BMRI, dan BBCA jadi buruan utama, sementara PTRO dan BRMS dilepas.

Jakarta · Friday, 24 October 2025 13:00 WITA · Dibaca: 64
Asing Net Buy Rp 1 Triliun: Borong Saham BBRI, BMRI, BBCA, Lepas PTRO dan BRMS

Jakarta, JClarity – Investor asing kembali menunjukkan minat yang kuat di pasar saham domestik dengan mencatatkan pembelian bersih (net buy) yang signifikan. Pada sesi perdagangan [Tanggal Hari Sebelumnya, misal: 23 Oktober 2025], total net buy investor asing di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Arus modal asing ini terkonsentrasi pada saham-saham unggulan (blue chip) dari sektor perbankan, yang dikenal sebagai pilar utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tiga emiten bank besar, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menjadi target utama akumulasi asing. Aksi borong ini mengindikasikan kepercayaan investor asing terhadap fundamental yang solid dan prospek pertumbuhan sektor keuangan nasional.

Secara rinci, saham BBRI memimpin daftar pembelian bersih asing (net foreign buy) dengan nilai transaksi tertinggi, diikuti oleh BMRI dan BBCA. Kontribusi masif dari ketiga saham bank ini berhasil menopang IHSG, yang pada penutupan sesi [Tanggal Hari Sebelumnya] berada dalam zona hijau atau setidaknya berhasil menahan tekanan jual domestik.

Di sisi lain, investor asing terpantau melakukan aksi jual bersih (net sell) pada sejumlah saham di sektor yang berbeda. Dua emiten yang menjadi fokus pelepasan asing adalah PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Pelepasan saham PTRO, yang bergerak di sektor jasa pertambangan dan energi, serta BRMS, emiten pertambangan mineral, diinterpretasikan sebagai langkah rotasi portofolio. Investor asing diduga mulai mengalihkan fokus dari saham-saham terkait komoditas yang sensitif terhadap fluktuasi harga global, menuju saham-saham defensif dan berfundamental kuat seperti perbankan.

Analis pasar modal mencermati pola ini sebagai sinyal positif stabilitas pasar. Rotasi dari saham komoditas ke saham blue chip bank menunjukkan upaya diversifikasi risiko dan preferensi terhadap aset berkualitas tinggi (quality stocks). Dengan berlanjutnya tren net buy asing, terutama pada emiten bank dengan kapitalisasi pasar besar, diharapkan sentimen positif ini dapat terus menjaga momentum kenaikan IHSG dalam jangka pendek hingga menengah.

Login IG