Saham

Asing Net Buy Jumbo Rp 3,04 T Saat IHSG Anjlok di Bawah 8.000, Saham Big Cap Ini Justru Laris Manis

Asing mencatat net buy jumbo Rp 3,04 T saat IHSG anjlok di bawah 8.000. Saham big cap, termasuk AMMN, menjadi sasaran utama akumulasi investor global.

Jakarta · Saturday, 18 October 2025 16:00 WITA · Dibaca: 48
Asing Net Buy Jumbo Rp 3,04 T Saat IHSG Anjlok di Bawah 8.000, Saham Big Cap Ini Justru Laris Manis

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat koreksi tajam pada penutupan perdagangan Jumat (17/10/2025), jatuh di bawah level psikologis 8.000. Kendati demikian, di tengah tekanan pasar domestik, investor asing justru melakukan aksi beli bersih (net buy) jumbo yang mencapai nilai fantastis Rp 3,04 triliun.

Pergerakan kontras ini mencerminkan pandangan berbeda antara investor domestik yang cenderung melakukan aksi jual (profit taking) dan investor global yang melihat koreksi pasar sebagai peluang emas untuk mengakumulasi aset. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terperosok hingga 2,22% pada sesi I perdagangan hari itu, ditutup di level 7.944,287.

Nilai net buy asing sebesar Rp 3,04 triliun tersebut terbilang luar biasa dan menjadi penopang agar koreksi indeks tidak semakin dalam. Aksi borong saham ini menunjukkan kepercayaan fundamental yang kuat dari para pemodal global terhadap prospek jangka panjang pasar modal Indonesia, meskipun dibayangi oleh sentimen negatif jangka pendek dari faktor global maupun domestik.

Mayoritas pembelian jumbo oleh investor asing terkonsentrasi pada segelintir saham berkapitalisasi pasar besar (big cap). Salah satu pendorong utama lonjakan net buy asing adalah saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Transaksi besar ini seringkali melibatkan mekanisme pasar negosiasi atau block sale, di mana investor institusi asing melakukan pembelian dalam jumlah besar secara langsung.

Selain saham komoditas seperti AMMN, saham-saham perbankan kelas kakap (Big Banks) yang dikenal memiliki fundamental kuat juga menjadi target utama serokan asing, mengikuti strategi 'buy the dip'. Konsentrasi pembelian pada saham-saham blue chip ini mengindikasikan bahwa para investor asing memilih untuk berinvestasi pada perusahaan-perusahaan dengan likuiditas tinggi dan kinerja yang solid, yang harga sahamnya terdampak oleh koreksi pasar secara keseluruhan.

Analis pasar menilai fenomena net buy jumbo di tengah ambruknya IHSG merupakan sinyal positif bahwa pasar saham Indonesia tetap menarik di mata investor global. Mereka cenderung fokus pada valuasi jangka panjang, memanfaatkan harga saham yang menjadi lebih murah akibat koreksi mendadak, terutama pada saham-saham unggulan yang prospek bisnisnya tetap cerah.

Login IG