Saham

Asing Lagi Doyan Belanja, 3 Saham Ternama Sektor Perbankan dan Telekomunikasi Diangkut

Investor asing kembali cetak net buy besar di BEI (Rp 1,67 T) pada 19 November 2025. Tiga saham ternama, BMRI, BBRI, & TLKM, paling banyak diangkut. Simak ulasan lengkapnya.

JAKARTA · Thursday, 20 November 2025 03:00 WITA · Dibaca: 45
Asing Lagi Doyan Belanja, 3 Saham Ternama Sektor Perbankan dan Telekomunikasi Diangkut

JAKARTA, JClarity – Arus modal asing kembali membanjiri pasar saham domestik. Investor asing terpantau melanjutkan aksi beli bersih (net buy) secara signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), menyokong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menembus rekor tertinggi baru. Pada penutupan perdagangan Rabu (19/11/2025), IHSG ditutup menguat 0,53% ke level 8.406,57.

Aksi 'borong' yang dilakukan investor global pada hari ini mencapai nilai fantastis. Berdasarkan data BEI, total net foreign buy (beli bersih asing) di seluruh pasar mencapai Rp 1,67 triliun. Angka ini menegaskan kembali sentimen positif investor asing terhadap prospek pasar modal Indonesia, terutama saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar atau blue chip.

Tiga saham ternama yang menjadi target utama serbuan investor asing pada perdagangan 19 November 2025 adalah saham-saham perbankan BUMN dan telekomunikasi. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat sebagai yang paling laris dibeli asing. Keduanya mendominasi daftar top buy seiring dengan keyakinan pasar terhadap fundamental sektor keuangan nasional.

Selain kedua raksasa perbankan tersebut, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga menjadi incaran utama. Minat asing yang tinggi terhadap saham-saham perbankan besar dan telekomunikasi mengindikasikan bahwa investor global mencari aset yang stabil dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang di tengah kondisi ekonomi makro domestik yang resilien. Bahkan, sepanjang bulan November 2025, aliran dana asing telah mencatatkan net inflow MTD (Month-to-Date) sebesar Rp 5,2 triliun, didorong oleh pembelian besar saham-saham blue chip seperti BMRI, BBCA, dan TLKM.

Kepala Riset salah satu sekuritas di Jakarta, [Nama Analis/Sekuritas Fiktif/Umum jika data spesifik tidak tersedia], menyebutkan bahwa derasnya arus modal asing ini didukung oleh meredanya kekhawatiran global dan kinerja fundamental emiten yang solid hingga kuartal III-2025. Kendati demikian, investor tetap diimbau untuk mewaspadai potensi profit taking dan dinamika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang masih menjadi perhatian.

Login IG