Saham

Asing Catat Net Buy Jumbo Rp1,7 Triliun, Saham-saham Ini Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

Investor asing mencatatkan net buy jumbo Rp1,7 triliun di seluruh pasar pada 4 Desember 2025, membawa IHSG cetak rekor baru. UNTR, ASII, dan BMRI paling diborong.

JAKARTA · Saturday, 06 December 2025 13:00 WITA · Dibaca: 24
Asing Catat Net Buy Jumbo Rp1,7 Triliun, Saham-saham Ini Diborong Saat IHSG Cetak Rekor Baru

JAKARTA, JClarity – Arus modal asing kembali membanjiri pasar saham domestik. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) jumbo hingga mencapai Rp1,7 triliun di seluruh pasar pada perdagangan Kamis (4/12/2025), sebuah sinyal kuat akan tingginya minat terhadap aset-aset Indonesia.

Aksi borong asing ini terjadi seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan Kamis, IHSG berhasil menguat 0,33% atau 28,40 poin, parkir di level 8.640,19 dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH).

Meskipun terjadi net buy sebesar Rp1,7 triliun di seluruh pasar, patut dicatat bahwa di pasar reguler, investor asing justru membukukan net sell sekitar Rp182 miliar. Pembelian masif didominasi oleh transaksi di pasar negosiasi dan tunai, yang mencatatkan net buy senilai Rp1,8 triliun.

Di pasar reguler, beberapa saham menjadi incaran utama investor global. Posisi puncak ditempati oleh emiten alat berat dan kontraktor pertambangan, PT United Tractors Tbk (UNTR), dengan nilai net buy mencapai Rp149,19 miliar. Saham UNTR sendiri merespons positif dengan penguatan 6,88%.

Selanjutnya, perusahaan konglomerasi PT Astra International Tbk (ASII) menjadi saham kedua yang paling banyak dibeli dengan nilai sekitar Rp126,42 miliar. Sektor perbankan juga turut dilirik, di mana saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net buy senilai Rp105,05 miliar.

Selain saham-saham 'big cap' tersebut, daftar 10 saham teratas yang diborong asing pada 4 Desember 2025 juga mencakup PT Timah Tbk (TINS) dengan net buy Rp92,86 miliar, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp78,50 miliar, dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) senilai Rp78,05 miliar. Saham-saham lain di jajaran 10 besar meliputi PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).

Di sisi lain, tekanan jual (net sell) terberat di pasar reguler justru melanda dua bank berkapitalisasi pasar terbesar. Investor asing melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net sell Rp242,62 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net sell sekitar Rp174,6 miliar.

Kinerja positif IHSG dan derasnya aliran dana asing ini dipandang sebagai refleksi optimisme investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar, terutama di sektor energi dan perindustrian yang menjadi pendorong penguatan indeks hari itu.

Login IG