Saham

Aksi Borong Asing Bawa IHSG Meroket 1% Hari Ini, Saham BUMN Karya Melesat Paling Tinggi

IHSG meroket 1% ke 8.179 hari ini, didorong aksi borong asing Rp 650 miliar. Saham BUMN Karya melesat paling tinggi pasca pengesahan RUU BUMN.

Jakarta · Monday, 29 September 2025 16:00 WITA · Dibaca: 37
Aksi Borong Asing Bawa IHSG Meroket 1% Hari Ini, Saham BUMN Karya Melesat Paling Tinggi

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan hari ini, Senin (29/9/2025), dengan pencapaian yang fantastis. Indeks acuan tersebut melesat 1,00% ke posisi 8.179,93, didorong oleh derasnya aliran modal asing yang kembali membanjiri pasar ekuitas domestik.

Aksi beli bersih (net foreign buy) investor asing pada perdagangan hari ini tercatat signifikan, mencapai Rp 650 miliar di seluruh pasar. Total nilai transaksi harian turut mencerminkan optimisme pasar yang tinggi, ditutup di kisaran Rp 16,8 triliun. Penguatan masif ini sekaligus mematahkan mitos 'September Effect' yang secara historis sering membayangi pasar saham Indonesia.

Sektor infrastruktur menjadi penopang utama lonjakan indeks. Saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya tampil sebagai bintang dengan mencatatkan persentase kenaikan paling tinggi. Kinerja cemerlang ini dipicu oleh sentimen positif pasca pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang BUMN pada Jumat (26/9/2025) lalu.

Kepastian regulasi tersebut memperkuat sinyal percepatan rencana strategis BUMN Karya, termasuk rencana merger yang ditargetkan selesai akhir tahun 2025. Hal ini secara langsung meningkatkan kepercayaan investor terhadap perbaikan arus kas dan prospek bisnis jangka panjang perusahaan-perusahaan konstruksi pelat merah. Beberapa saham BUMN Karya yang memimpin penguatan antara lain PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), yang masing-masing melesat lebih dari 8% dan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Analis JClarity Sekuritas, Dani Rahadi, menyebutkan bahwa selain faktor domestik, sentimen global juga sangat mendukung, terutama setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang sesuai dengan konsensus, membuka peluang penurunan suku bunga The Fed pada Oktober mendatang. "Hal ini membuat aset berisiko di emerging markets, termasuk saham Indonesia, kembali diminati oleh investor global," jelas Dani. IHSG kini berada di jalur bullish dan berpotensi menguji level resistensi psikologis di kisaran 8.200-8.246 pada perdagangan pekan ini.

Login IG