10 Saham Paling Ugal-Ugalan Sepekan, Melejit Tajam Saat IHSG Anjlok.
IHSG turun 0,29% sepekan (10-14 Nov 2025), namun 10 saham ini justru melejit di atas 50%. UANG dan MORA melesat >150%, dipicu aksi korporasi UANG, akuisisi BUMI, dan rights issue INET.
JAKARTA, JClarity – Kontras dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berakhir lesu, sepuluh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru mencatatkan lonjakan harga yang "ugal-ugalan" atau sangat signifikan sepanjang periode perdagangan 10 hingga 14 November 2025. Fenomena ini menunjukkan adanya pergerakan yang terpisah antara pasar secara keseluruhan dan saham-saham spesifik yang didorong oleh sentimen mikro emiten atau aksi korporasi.
Data BEI menunjukkan, IHSG selama sepekan terkoreksi tipis sebesar 0,29%, ditutup pada level 8.370,436 dari posisi 8.394,590 pada pekan sebelumnya. Namun, di tengah pelemahan indeks acuan, likuiditas pasar justru melonjak drastis. Rata-rata volume transaksi harian melompat hingga 99,35%, dan rata-rata nilai transaksi harian naik 33,04% menjadi Rp23,34 triliun, mengindikasikan spekulasi yang tinggi terpusat pada saham-saham tertentu.
Dari puluhan emiten, sepuluh saham berhasil menembus kategori top gainers, dengan kenaikan melampaui 50%. Berikut adalah daftar 10 saham 'paling ugal-ugalan' tersebut beserta persentase kenaikannya:
- PT Pakuan Tbk (UANG) melonjak 177,65% menjadi Rp6.025 per saham.
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melambung 156,33% menjadi Rp6.075 per saham.
- PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menguat 80,49% menjadi Rp1.110 per saham.
- PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) meroket 78% menjadi Rp356 per saham.
- PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) naik 74,58% menjadi Rp412 per saham.
- PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) menanjak 66,99% menjadi Rp860 per saham.
- PT First Media Tbk (KBLV) tumbuh 64,79% menjadi Rp234 per saham.
- PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menguat 59,38% menjadi Rp510 per saham.
- PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) meningkat 58,01% menjadi Rp286 per saham.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjulang 56,03% menjadi Rp220 per saham.
Kenaikan harga yang fantastis ini tidak terjadi tanpa pemicu. Saham UANG, misalnya, mendapat dorongan kuat setelah aksi korporasi pembelian 234,18 juta saham oleh Happy Hapsoro pada 7 November 2025, yang memperkuat kepemilikan langsungnya menjadi 19,35%.
Sentimen positif juga memicu reli pada emiten pertambangan dan digital. Saham BUMI melonjak tajam didukung oleh derasnya aksi beli bersih investor asing dan kabar rampungnya akuisisi 100% saham Wolfram Limited, perusahaan tambang emas di Australia, sebagai bagian dari strategi diversifikasi ke bisnis mineral dan logam. Sementara itu, INET mencatatkan performa gemilang berkat lonjakan laba bersih hingga 666,7% per Juni 2025 dan rencana aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) senilai Rp3,2 triliun yang dananya akan digunakan untuk ekspansi jaringan fiber berteknologi WiFi-7.
Adapun kenaikan saham properti seperti PURI dan KDTN, serta telekomunikasi MORA dan KBLV, cenderung dikaitkan dengan sentimen jangka pendek, termasuk apresiasi investor terhadap valuasi yang dianggap murah (seperti KBLV dengan PBV yang sangat rendah) atau pergerakan yang tidak biasa yang membuat saham-saham tersebut sempat masuk dalam radar pengawasan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai Unusual Market Activity (UMA) pada periode sebelumnya. Lonjakan ekstrem saham-saham ini menggarisbawahi pentingnya investor untuk selalu mencermati kinerja fundamental, aksi korporasi, serta memperhatikan risiko volatilitas tinggi sebelum mengambil keputusan investasi.