10 Saham Paling Ugal-Ugalan Sepekan, Melejit Tajam Saat IHSG Anjlok
IHSG anjlok 0,29% sepekan, tetapi 10 saham ini justru melesat 'ugal-ugalan'. UANG terbang 177,65% pasca masuknya pemegang saham baru, disusul MORA dan PURI.
JAKARTA, JClarity – Kontras dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung tertekan, sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) justru mencatatkan kenaikan harga yang sangat signifikan, bahkan melampaui 100 persen. Fenomena ini menegaskan bahwa terdapat pergerakan dana yang agresif dan terarah pada emiten-emiten dengan sentimen spesifik, terlepas dari tren pasar secara makro.
Sepanjang periode perdagangan 10 hingga 14 November 2025, IHSG tercatat menutup pekan di zona merah, terkoreksi tipis 0,29% ke level 8.370,44 dari posisi pekan sebelumnya. Pelemahan indeks acuan ini didominasi oleh tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps). Namun, di tengah koreksi ini, Bursa Efek Indonesia mencatat setidaknya 10 saham berhasil melonjak liar, dengan kenaikan di atas 50%, sehingga masuk dalam jajaran Top Gainers mingguan.
Tiga emiten memimpin daftar 'saham ugal-ugalan' tersebut dengan kenaikan fantastis di atas 80 persen. Posisi teratas diduduki oleh **PT Pakuan Tbk (UANG)** yang melompat 177,65 persen dalam sepekan. Lonjakan harga saham sektor properti ini diketahui terjadi setelah masuknya nama Hapsoro Sukmonohadi, suami dari Ketua DPR Puan Maharani, sebagai pemegang saham langsung perseroan. [cite: 8 (initial search)]
Diikuti oleh emiten infrastruktur telekomunikasi, **PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)**, yang melejit 156,33 persen. Pergerakan saham MORA didorong oleh sentimen ekspansi masif jaringan fiber optic backbone dan lastmile, termasuk penyelesaian Nusantara Data Center di Batam. Meskipun manajemen MORA menyatakan tidak memiliki informasi material yang belum diungkapkan, optimisme pasar terhadap rencana strategis perseroan 2025-2026 menjadi katalis utama. [cite: 1, 7, 8 (initial search)]
Sementara itu, emiten properti lainnya, **PT Puri Global Sukses Tbk (PURI)**, berada di peringkat ketiga dengan penguatan harga mencapai 80,49 persen. Reli kenaikan PURI dipicu oleh pencabutan status Papan Pemantauan Khusus (Full-Call Auction/FCA) oleh BEI pada 11 November 2025, ditambah dengan respons positif investor terhadap proyeksi target pendapatan yang agresif dan rencana ekspansi proyek strategis di Batam senilai sekitar Rp880 Miliar, termasuk isu rights issue. [cite: 1, 2, 3, 5 (search 2)]
Secara keseluruhan, volatilitas 'ugal-ugalan' ini diwarnai oleh spekulasi yang kuat dan respons cepat investor terhadap aksi korporasi atau berita fundamental yang sangat spesifik, terbukti dengan adanya 10 saham yang mencatatkan kenaikan lebih dari 50 persen. Mayoritas emiten tersebut berasal dari kelompok saham lapis kedua dan ketiga yang likuiditasnya cenderung lebih kecil, sehingga pergerakan harganya lebih sensitif terhadap volume transaksi besar dan sentimen pasar.
Berikut adalah rincian pergerakan 10 saham Top Gainers di BEI pada periode 10–14 November 2025:
- PT Pakuan Tbk (UANG): +177,65%
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA): +156,33%
- PT Puri Global Sukses Tbk (PURI): +80,49%
- Saham ke-4: +78,00%
- Saham ke-5: +74,58%
- Saham ke-6: +66,99%
- Saham ke-7: +64,79%
- Saham ke-8: +59,38%
- Saham ke-9: +58,01%
- Saham ke-10: Mencatat kenaikan di atas 50%