10 Saham Naik Gila-gilaan, Tertinggi sampai 143%: Fenomena Saham Mungil Mengguncang Bursa 2025
Saham PT Pakuan Tbk (UANG) terbang 145% dalam sepekan, memimpin 10 saham dengan kenaikan 'gila-gilaan' di BEI sepanjang tahun 2025. Cek daftarnya.
JAKARTA, JClarity – Pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025 diwarnai oleh fenomena pergerakan harga saham yang sangat ekstrem, jauh melampaui rata-rata pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Puncaknya, terjadi lonjakan harga 'gila-gilaan' pada sepekan perdagangan di pertengahan tahun, di mana sepuluh saham mencatatkan kenaikan harga yang fantastis, bahkan yang tertinggi berhasil terbang hingga melampaui 143%.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, fenomena kenaikan ekstrem ini terjadi pada periode 11 hingga 15 Agustus 2025. Dalam sepekan, meskipun IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) hingga menyentuh level 8.017,06, pendorong utama lonjakan indeks tersebut adalah segelintir saham yang mencatatkan penguatan di luar nalar. Saham-saham ini masuk dalam daftar 'Top Gainers' mingguan dengan persentase kenaikan yang masif.
Saham dengan kenaikan tertinggi pada periode tersebut, dan menjadi contoh paling ekstrem, adalah PT Pakuan Tbk (UANG). Emiten properti ini melonjak 145,37% dalam waktu lima hari perdagangan. Kenaikan ini jauh melampaui batas psikologis 143% yang menjadi sorotan pasar, mengindikasikan adanya sentimen kuat, aksi korporasi, atau spekulasi yang terpusat.
Diikuti oleh UANG, pergerakan impresif ini juga dicatatkan oleh emiten lain. Lima saham teratas, termasuk UANG, seluruhnya mencatatkan penguatan di atas 58%. Berikut adalah rekapitulasi 10 saham dengan kenaikan harga paling 'gila-gilaan' yang mengguncang bursa pada pekan tersebut:
- PT Pakuan Tbk (UANG): Melonjak 145,37%
- PT PP Presisi Tbk (PPRE): Melonjak 69,49%
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT): Melonjak 63,95%
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE): Melonjak 63,95%
- PT Equity Development Tbk (GSMF): Melonjak 58,18%
- PT Wir Asia Tbk (WIRG): Melonjak 56,03%
- PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH): Melonjak 51,35%
- PT Futura Energi Global Tbk (FUTR): Melonjak 51,35%
- PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH): Melonjak 48,00%
- PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN): Melonjak 47,69%
Para analis pasar modal menilai, lonjakan ini didominasi oleh aksi beli investor pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar menengah dan kecil (second dan third liner). Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi sektor atau bahkan spekulasi yang terfokus pada emiten tertentu. Bahkan, diketahui bahwa kontribusi kenaikan IHSG didominasi oleh segelintir saham, yang menunjukkan bahwa penguatan pasar tidak sepenuhnya didukung oleh fundamental pasar yang merata.
Meskipun kenaikan drastis ini menguntungkan bagi para investor yang sudah memegang saham tersebut, otoritas bursa seperti BEI senantiasa mengingatkan investor untuk tetap waspada. Pergerakan harga yang terlalu ekstrem seringkali memicu peringatan Unusual Market Activity (UMA) sebagai bentuk perlindungan bagi investor, karena fluktuasi harga yang tidak wajar dapat mengindikasikan spekulasi atau manipulasi pasar.