Warga Negara Indonesia Paling Candu Kegiatan Online di Dunia: Rata-rata 8 Jam 52 Menit per Hari.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan rata-rata waktu online harian tertinggi di dunia, mencapai 8 jam 52 menit per hari, jauh di atas rata-rata global. Data ini menyoroti dominasi ponsel dan tantangan literasi digital.
JAKARTA, JClarity – Laporan terkini mengenai perilaku digital global kembali menyoroti Indonesia sebagai negara dengan tingkat kecanduan atau intensitas penggunaan internet tertinggi di dunia. Rata-rata waktu yang dihabiskan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk berselancar di dunia maya mencapai angka mencengangkan, yakni 8 jam 52 menit per hari. Angka ini secara konsisten menempatkan Indonesia di puncak daftar global dan jauh melampaui rata-rata penggunaan internet secara dunia yang berada di kisaran 6,5 jam per hari.
Data tersebut, yang sebelumnya dipublikasikan oleh We Are Social bekerja sama dengan DataReportal, menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan hampir sepertiga dari total waktu sehari (24 jam) di depan layar digital. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan masifnya penetrasi teknologi, tetapi juga perubahan drastis dalam pola perilaku sosial dan ekonomi di Tanah Air.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada awal tahun 2024 juga melaporkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah menembus angka 221,56 juta jiwa, yang setara dengan 79,5% dari total populasi. Peningkatan ini didorong oleh infrastruktur yang semakin matang, khususnya di Pulau Jawa, serta tingginya adopsi perangkat seluler. Laporan Digital 2025 Global Overview bahkan mencatat bahwa pengguna internet Indonesia yang berusia di atas 16 tahun rata-rata menghabiskan 7 jam 22 menit sehari di dunia maya, dengan dominasi penggunaan ponsel mencapai 98,7%, menjadikannya yang tertinggi secara global dalam kategori ini.
Intensitas penggunaan yang sangat tinggi ini sebagian besar terfokus pada media sosial dan platform komunikasi. Laporan lain pada tahun 2024 menunjukkan bahwa rata-rata penggunaan media sosial di Indonesia mencapai 3 jam 11 menit per hari, menempatkannya sebagai salah satu yang terlama di dunia. Platform seperti WhatsApp, TikTok, dan YouTube mendominasi daftar aplikasi yang paling sering diakses.
Namun, tingginya durasi berselancar di internet ini menimbulkan kekhawatiran mengenai literasi digital. Sejumlah pihak, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menyoroti bahwa peningkatan jumlah pengguna dan waktu online belum diiringi dengan literasi digital yang memadai. Kurangnya kecakapan digital ini berpotensi meningkatkan risiko terkait keamanan siber, penyebaran hoaks, dan kurangnya kesadaran akan privasi data pribadi.
Para ahli menyarankan bahwa pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memperkuat program edukasi digital yang fokus pada kemampuan berpikir kritis, empati digital, dan keamanan data. Hal ini krusial agar masyarakat dapat memanfaatkan waktu online yang panjang tersebut secara produktif dan positif, bukan sekadar untuk kegiatan konsumtif yang berlebihan.