Internet

Wamenkomdigi Tegaskan: AI Tidak Akan Gantikan Cara Manusia Berkomunikasi

Wamenkomdigi menegaskan bahwa Kecerdasan Buatan (AI) hanya berfungsi sebagai alat bantu, dan tidak akan mampu menggantikan esensi komunikasi manusia, termasuk empati dan etika.

Jakarta · Monday, 10 November 2025 10:00 WITA · Dibaca: 45
Wamenkomdigi Tegaskan: AI Tidak Akan Gantikan Cara Manusia Berkomunikasi

Jakarta, JClarity – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Wamenkomdigi) secara tegas menyatakan bahwa Kecerdasan Buatan (AI) hanya akan berfungsi sebagai alat bantu (enabler) dan tidak akan mampu menggantikan esensi mendasar dari cara manusia berkomunikasi, terutama dalam aspek yang melibatkan emosi, etika, dan empati.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenkomdigi dalam sebuah forum diskusi nasional mengenai etika digital di era AI, menanggapi kekhawatiran publik mengenai potensi disrupsi total terhadap interaksi sosial dan profesional. Menurutnya, meskipun AI unggul dalam memproses data dan menghasilkan teks yang koheren, teknologi tersebut kekurangan *rasa* dan konteks non-verbal yang sangat krusial dalam komunikasi antarmanusia.

“AI adalah instrumen yang luar biasa untuk efisiensi dan analisis, tetapi ia tidak memiliki pengalaman hidup, tidak punya memori emosional, dan tidak mengenal intuisi,” ujar Wamenkomdigi. “Komunikasi manusia adalah seni yang melibatkan tatapan mata, nada bicara, jeda, dan pemahaman kontekstual yang kompleks. Semua itu mustahil direplikasi sepenuhnya oleh algoritma, sekecil apa pun kemajuan teknologinya.”

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga aspek kemanusiaan (humanity) sebagai benteng terakhir dalam menghadapi gelombang transformasi digital. Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), terus berupaya membangun ekosistem digital yang tidak hanya canggih, tetapi juga beretika dan berpusat pada manusia.

“Pemerintah tidak melihat AI sebagai ancaman terhadap interaksi sosial, melainkan sebagai sebuah tantangan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan berpikir kritis masyarakat. Kita harus menggunakan AI untuk memperkuat konektivitas, bukan untuk mendehumanisasi komunikasi kita,” tambahnya. Wamenkomdigi mengimbau seluruh pemangku kepentingan, dari akademisi hingga pelaku industri, untuk berkolaborasi dalam merumuskan pedoman etika AI yang memastikan teknologi ini tetap tunduk pada nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan Indonesia.

Login IG