Tembus 52 Titik Longsor, ITS dan TNI Bawa Starlink ke Desa Terisolir di Aceh
ITS dan TNI berhasil menembus 52 titik longsor di Desa Pameu, Aceh, untuk menyalurkan 5 ton logistik dan memasang Starlink, memulihkan komunikasi di desa terisolir.
SURABAYA, JClarity – Isolasi total yang menyelimuti Desa Pameu, Aceh, pascabencana banjir dan tanah longsor akhirnya berhasil ditembus. Tim Satuan Tugas (Satgas) Kemanusiaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan manuver taktis menembus 52 titik longsor demi menyalurkan bantuan logistik vital dan perangkat konektivitas Starlink.
Akses ke Desa Pameu, yang berada di kawasan Aceh Tengah, dilaporkan lumpuh total. Material longsor yang terdiri dari tanah, batu, dan kayu menutup akses jalan, membuat 11 dari 16 desa di wilayah tersebut terisolasi. Infrastruktur komunikasi dan listrik pun mati suri, menghambat koordinasi dan informasi darurat. Prof Dr Nurul Jadid, Koordinator Satgas Kemanusiaan ITS untuk Aceh, mengungkapkan bahwa situasi di lapangan sangat kacau. “Sinyal belum pulih sepenuhnya, kami beberapa kali miskomunikasi di lapangan. Medannya sangat berat,” ujar Nurul Jadid.
Menyadari beratnya medan, ITS dan TNI mengadopsi taktik gabungan. Satgas Kemanusiaan ITS yang dipimpin oleh Prof Nurul Jadid dan Hendro Nurhadi Dipl Ing PhD berkoordinasi intensif dengan TNI, di bawah arahan taktis Komandan Brigif TP 90/Yudha Giri Dhany Kolonel Inf Hulisda Melala dan Komandan Batalyon TP 854/Dharma Kersaka Letnan Kolonel Inf Muhammad Fachri Prawira. Distribusi logistik ke titik tersulit dieksekusi menggunakan armada mobil *double cabin* dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan motor trail TNI, karena kendaraan biasa tidak dapat menjangkau lokasi. Di salah satu titik, relawan bahkan terpaksa menggunakan tali baja dan katrol untuk membuat jalur darurat melewati jembatan yang terputus total.
Kehadiran tim ITS membawa solusi teknologi yang krusial. Di Posko KM 28 Geumpang Pameu, tim berhasil memasang perangkat internet satelit Starlink. Pemasangan teknologi ini sangat penting untuk membuka kembali akses komunikasi warga dan petugas ke dunia luar. Total lima unit Starlink dan tiga unit genset telah didistribusikan untuk memulihkan konektivitas dan energi di daerah yang sama sekali tidak memiliki jaringan listrik.
Selain konektivitas, bantuan logistik dalam jumlah masif juga berhasil disalurkan. Warga Desa Pameu menerima suplai 5 ton beras, 1,5 ton sarden siap masak, 500 kg minyak goreng, serta ratusan kilogram gula dan garam. Lebih lanjut, ITS juga mengatasi krisis air bersih dengan menginstalasi mesin *reverse osmosis* (penjernih air) dan membangun pembangkit listrik tenaga surya (panel surya) mandiri. Tim medis dari Fakultas Kedokteran ITS yang dipimpin dr Zain Budi Syulthoni SpKJ juga diturunkan untuk layanan kesehatan darurat.
“Kami pastikan penanganan ini tuntas hingga fase pemulihan. ITS tidak akan pulang sebelum kondisi membaik,” tegas Nurul Jadid. Operasi kemanusiaan ini menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam merespons bencana melalui sinergi logistik, taktik militer, dan inovasi teknologi, memastikan masyarakat terisolasi mendapatkan bantuan yang komprehensif.