Target Ambisius: Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN Ditargetkan Rampung 26 Oktober 2025
Negosiasi Kerangka Kerja Ekonomi Digital ASEAN (DEFA) dikebut, menargetkan penyelesaian pada 26 Oktober 2025. Kesepakatan ini krusial bagi ekonomi digital regional.
JAKARTA, JClarity – Target ambisius telah ditetapkan oleh para pemimpin ekonomi di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk merampungkan Kerangka Kerja Kesepakatan Ekonomi Digital ASEAN (ASEAN Digital Economy Framework Agreement atau DEFA) pada 26 Oktober 2025. Penetapan tanggal ini menandai percepatan signifikan dalam negosiasi yang bertujuan untuk mengintegrasikan ekonomi digital regional, sebuah langkah krusial untuk meningkatkan daya saing global ASEAN.
Pengumuman ini datang hanya tiga pekan sebelum tenggat waktu yang ditentukan, menyoroti urgensi dan komitmen para negara anggota untuk menyelesaikan salah satu inisiatif ekonomi paling penting di kawasan ini. DEFA diproyeksikan dapat menambah hingga US$2 triliun pada nilai ekonomi digital regional hingga tahun 2030, menjadikannya kunci pertumbuhan pasca-pandemi dan pendorong utama transformasi digital di Asia Tenggara.
Sumber internal dari Pertemuan Pejabat Ekonomi Senior (SEOM) ASEAN mengungkapkan bahwa mayoritas bab negosiasi telah mencapai konsensus. Namun, beberapa isu sensitif, terutama yang berkaitan dengan tata kelola data lintas batas (cross-border data governance) dan mobilitas talenta digital, masih dalam tahap penyelesaian akhir. Tim negosiasi telah diinstruksikan untuk bekerja 'tanpa henti' demi memenuhi tenggat waktu yang akan bertepatan dengan Sidang Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang akan datang.
Kerangka kerja ini dirancang untuk mencakup delapan bidang utama: perdagangan digital, sistem pembayaran tanpa batas, keamanan siber, perlindungan konsumen, mobilitas talenta digital, inklusi digital, tata kelola data, dan kerangka kerja e-commerce regional. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem digital yang mulus, aman, dan dapat diakses oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menarik investasi asing langsung ke sektor teknologi di kawasan ini.
Jika berhasil disepakati pada 26 Oktober, DEFA akan menjadi perjanjian ekonomi digital komprehensif pertama yang diadopsi oleh blok regional utama di Asia. Keberhasilannya akan mengirimkan sinyal kuat kepada komunitas bisnis global mengenai kesiapan ASEAN untuk menjadi pusat ekonomi digital dunia, sekaligus mengatasi fragmentasi regulasi yang selama ini menghambat potensi penuh pasar digital tunggal di Asia Tenggara.